
Kesan dan Pesan Menteri Kabinet Nyata Selama Mengabdi di BEM UNAIR 2018
Mengemban amanah sebagai menteri tentu merupakan hal yang besar. Tanpa menteri, presiden BEM belum tentu bisa menunaikan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Mengemban amanah sebagai menteri tentu merupakan hal yang besar. Tanpa menteri, presiden BEM belum tentu bisa menunaikan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Pada Senin (5/3) kemarin, UNAIR membuka pertemuan visitasi akreditasi internasional untuk ketiga fakultasnya. Yaitu Fakultas Gigi dan Mulut (FKG), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Periode kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR 2018 resmi berakhir pada Minggu (3/3). Setelah selama satu tahun mengabdi, berikut capaian yang paling berkesan masing-masing kementerian.

Galuh Teja Sakti, Presiden BEM UNAIR 2018 yang akrab disapa Teja tersebut berharap agar BEM UNAIR kedepannya selalu mengedepankan keadilan. Sehingga, UNAIR dapat menuju sebuah keidealan.

Pada pelaksanaan LPJ tersebut, setiap kementerian dan BO/BOP BEM UNAIR menerangkan realisasi progam kerja yang telah dilaksankan. Mulai dari pelaksanaan kegiatan, kendala yang dihadapi hingga laporan anggaran dana.

Dalam 10 tahun terakhir UMKM mampu memberikan warna tersendiri untuk bangsa Indonesia meskipun kontribusinya masih kalah dengan perusahaan besar. Oleh karena itu, aspek pembiayaan menjadi fokus bahasan dalam kegiatan tersebut.

Seperti yang terlihat di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR, setiap hari Senin dan Kamis, sering disediakan ta™jil di meja jama™ah Masjid Nurruzaman. Berbagai jajanan dan minuman tersedia di serambi masjid tersebut.

Sebagai volunteer, keduanya turut terlibat dalam berbagai kegiatan, diantaranya mengikuti pembuatan robot dari bahan bekas. Bersama volunteer yang lainnya, keduanyamembuat robot untuk siswa SDN 2 Sambirejo Kabuh.

UNAIR NEWS “ Menjadi perguruan tinggi kelas dunia sesuai mandat yang diberikan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi kepada

Guna meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, Direktorat Pendidikan 51¶¯Âþ (UNAIR) mengadakan workshop tutor modul Inter-Professional Education (IPE). Workshop diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 28 Februari – 1 Maret 2019.

Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR pada Jumat (1/3), acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rektor UNAIR Prof Nasih, Kapolrestabes Surabaya, dan jajaran pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Dr. Madyan memberikan apresiasi terhadap kinerja para tendik (tenaga kependidikan dalam mewujudkan target 500 dunia untuk UNAIR. Sejumlah capaian tahun ini, diakuinya, juga menunjukkan hal yang positif. Namun, lanjut Dr Madyan, sinergi untuk terus meningkatkan kinerja sangat perlu terus dipupuk.