51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Sambutan Rektor pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar 21 September 2023

Assalamu™alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.

Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ˜alaa Muhammad wa ˜alaa aalihi wa shahbihiajma™ien.

Yang terhormat,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Majelis Wali Amanat 51¶¯Âþ,

Ketua, Sekretaris,  dan Anggota Senat Akademik 51¶¯Âþ,

Para Wakil Rektor 51¶¯Âþ,

Sekretaris 51¶¯Âþ,

Para Guru Besar 51¶¯Âþ dan Guru Besar Tamu,

Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan 51¶¯Âþ,

Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan 51¶¯Âþ,

Saudara Prof. Dr. apoteker. Aniek Setiya Budiatin, Doktoranda., Magister Science.

Prof. Dr. Antun Mardiyanta, Doktorandus., Master of Arts.

Prof. Dr. Devi Rianti, dokter gigi., Magister Kesehatan.

Prof. Dr. Johanes Nugroho Eko Putranto, dokter. Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Konsultan., FIHA., dan Para undangan serta hadirin yang berbahagia.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka 51¶¯Âþ dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Dr. apoteker. Aniek Setiya Budiatin, Doktoranda., Magister Science., dalam bidang ilmu Biomaterial Kefarmasian. Prof. Dr. Antun Mardiyanta, Doktorandes., Master of Arts., dalam bidang ilmu Kebijakan Publik dan Governansi. Prof. Dr. Devi Rianti, dokter gigi., Magister Kesehatan., dalam bidang ilmu Biomaterial Natural Mineral Alam. Prof. Dr. Johanes Nugroho Eko Putranto, dokter., Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Konsultan., FIHA., dalam bidang ilmu Penyakit Vena dan Tromboemboli.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. apoteker. Aniek Setiya Budiatin, Doktoranda., Magister Science., menjadi Guru Besar Dalam Bidang ilmu: Biomaterial Kefarmasian. Pengampu Mata Kuliah Utama: Biomaterial-Kefarmasian. Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus :24 dan  H- index: 8. Prof. Dr. Antun Mardiyanta, Doktorandus., Master of Arts., menjadi Guru Besar Dalam Bidang Ilmu : Kebijakan Publik dan Governansi. Pengampu Mata Kuliah Utama: Teori Kebijakan Publik. Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 3 dan H- index: 2. Prof. Dr. Devi Rianti, dokter gigi., Magister Kesehatan., menjadi Guru Besar Dalam bidang Ilmu: Biomaterial Natural Mineral Alam. Pengampu Mata Kuliah Utama: Ilmu Material Kedokteran Gigi. Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 25 dan H- index: 8. Prof. Dr. Johanes Nugroho Eko Putranto, dokter. Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Konsultan., FIHA., menjadi Guru Besar Dalam bidang Ilmu: Penyakit Vena dan Tromboemboli. Pengampu Mata Kuliah Utama: Ilmu Penyakit Dalam. Jumlah Dokumen Publikasi terindeks Scopus: 33 dan H- index: 5.

Semoga  pengukuhan  guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian universitas yang sangat penting. Dengan dikukuhkannya empat guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik di dunia yang kini telah raih di posisi 345 terbaik dunia. 

Untuk  Prof. Dr. apoteker. Aniek Setiya Budiatin, Doktoranda., Magister Science. Prof. Dr. Antun Mardiyanta, Doktorandus., Master of Arts. Prof. Dr. Devi Rianti, dokter gigi., Magister Kesehatan. Prof. Dr. Johanes Nugroho Eko Putranto, dokter. Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Konsultan., FIHA. UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada 51¶¯Âþ akan semakin besar. Setelah memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar. 

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. apoteker. Aniek Setiya Budiatin, Doktoranda., Magister Science. Dalam orasi pembuka dijelaskan bahwa pemerintah menganjurkan suatu produk mengandung bahan baku berasal dari dalam negeri sekitar 60%, agar impor bahan bahan baku dapat dikurangi. Hal ini mendorong peneliti dari Perguruan Tinggi (PT) berinovasi guna membantu memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri bekerja sama dengan industri untuk dihilirisasi. Salah satu bahan baku yang sangat mendukung kesehatan masyarakat yaitu bahan baku yang mengandung garam kalsium. Data dari Disperindag Jatim pada tahun 2010 tercatat sebesar 58,5 ton/tahun, pada tahun 2011 tercatat sebesar 80 ton per tahun, sedangkan pada tahun 2012 mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebesar 1.330 ton/tahun senilai 225jt USD/3,3T. Dari data tersebut dapat disimpulkan jika pertumbuhan kebutuhan kelompok apatite yang mewakili Hidroksiapatit lebih dari 35% per tahun.

Aplikasi secara preklinik beberapa bentuk bonegraft telah kami lakukan dengan bahan baku BHA dikombinasi dengan gelatin (GEL) suatu polimer dari tulang sapi yang berfungsi sebagai perekat. Komposisi BHA-GEL mirip dengan komponen penyusun tulang (fase anorganik (BHA) dan fase organik (Gelatin), sehingga bersifat biokompatibel dan biodegradable. Bonegraft BHA-GEL dapat berfungsi sebagai pengisi/pengganti tulang/gigi yang mengalami defek, dan sistem penghantaran obat. BHA-GEL bersifat osteokonduktif/osteoinduktif, sehingga mampu menjadi tempat migrasi sel osteoblast, berproliferasi, berdiferensiasi untuk menjadi osteoblast, osteosit sehingga remodeling dapat dipercepat.  Defek tulang yaitu suatu lubang /celah akibat terjadinya patah tulang akibat kecelakaan/ osteoporosis, osteoarthritis, debridemen akibat penyakit tulang seperti tumor/kanker/gangrene dan osteomielitis. Contoh bentuk bonegraft dari BHA-GEL disamping sebagai pengisi/pengganti tulang pada defek tulang juga sebagai pembawa bahan aktif seperti antibiotika, antiporosis, antiinflamasi/analgesik, tergantung dari tujuan penggunaan bonegraft. Serta dapat mengisi gigi berlubang atau sebagai pengganti implan gigi yang berasal dari logam.

Orasi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Antun Mardiyanta, Doktorandus., Master of Arts. Dalam orasinya dijelaskan tiga hal berkaitan dengan kebijakan publik. Pertama, praktik pembuatan kebijakan publik di Indonesia yang acapkali mengabaikan proses yang sehat. Kedua, adanya peningkatan yang besar jumlah Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) yang tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi mereka. Ketiga, adanya tantangan dari penggunaan media sosial yang massif pada era pascakebenaran ˜p´Ç²õ³Ù-³Ù°ù³Ü³Ù³ó™. Untuk menjawab ketiga masalah tersebut, perlu adanya pemberdayaan yang dilakukan terhadap para analis kebijakan perlu mengapresiasi keragaman perspektif dan metode. Sebab, realitas praktik analisis kebijakan publik di Indonesia seringkali hanya mengakomodasi cara pandang positivis yang sudah mapan saja. Padahal, untuk menghadapi tantangan proses pembuatan kebijakan publik yang semakin kompleks, para analis kebijakan perlu lincah memainkan perannya di dalam keragaman perspektif dan metode tersebut.

Dari hal itu lahirnya beberapa usulan agar diperlukan ekosistem kerja yang baru antara pembuat kebijakan dan analis kebijakan, yaitu kolaborasi, komunikasi yang terbuka, rasa saling menghormati, serta kesatuan visi untuk memutuskan kebijakan yang tepat guna serta mendapat legitimasi yang kokoh dari publik. Selain itu, ruang-ruang perkuliahan dan pelatihan para analis kebijakan perlu membuka diri pada keragaman perspektif dan metode untuk menumbuhkembangkan kepekaan mereka dalam meramu masalah-masalah kebijakan yang ada dalam rangka memberi pertimbangan bagi pengambil keputusan. Sehingga, analis kebijakan yang lincah dalam menghadapi masalah-masalah publik dapat dihasilkan.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Orasinya ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. Devi Rianti, dokter gigi., Magister Kesehatan. Dalam orasi pembuka dijelaskan Pengembangan perawatan regenerasi defek tulang yang disebabkan oleh trauma, infeksi, tumor atau kelainan genetik merupakan tantangan klinis. Intervensi klinis diperlukan dalam kasus defek tulang yang besar, bila regenerasi tulang alami gagal dilakukan secara spontan. Di bidang kedokteran gigi penyakit periodontal merupakan penyakit yang lazim dan mempengaruhi sekitar 20-50% populasi global. Menurut data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (RISKESDAS) tahun 2018 prevalensi periodontitis pada masyarakat usia ≥15 tahun adalah 67.8%. Ini berarti dari sepuluh orang penduduk Indonesia sebanyak 7 orang yang menderita periodontitis. Penyakit periodontal parah sehingga menyebabkan defek tulang dan hilangnya gigi, ditemukan pada 15-20% orang dewasa berusia paruh baya sekitar usia 35-44 tahun.

Berdasarkan hal diatas maka perlu dilakukan inovasi pembuatan biomaterial scaffold. Penelitian yang telah dilakukan tim Material Kedokteran Gigi 51¶¯Âþ  menggabungkan tiga material sebagai komposit scaffold dalam bentuk 3D yang menggabungkan polimer dan biokeramik terdiri dari kitosan, gelatin dan karbonat hidroksiapatit (KHA) berbasis batu kapur.  Berpedoman pada scaffold yang dihasilkan pada temuan ini diharapkan dapat dikembangkan pada penelitian-penelitian lanjutan yang dilakukan secara bertingkat. Penelitian bertingkat sudah diawali dari studi laboratorum dan in vitro untuk mengamati karakteristik scaffold dalam hubungannya dengan pertumbuhan sel  di dalam scaffold, karakteristik pertumbuhan sel itu sendiri di dalam scaffold, serta interaksi antara scaffold dan sel.

Orasi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Johanes Nugroho Eko Putranto, dokter. Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Konsultan., FIHA. Dalam orasi dijelaskan Saat ini, diperkirakan lebih dari 202 juta orang di dunia menderita penyakit arteri perifer. Prevalensi penyakit arteri perifer pada individu berusia ≥ 40 tahun adalah 4,3%, sedangkan pada individu berusia ≥ 70 tahun adalah 14,5%. Prevalensi penyakit arteri perifer di Indonesia adalah 9,7%, seperti yang dilaporkan pada  A Global Atherothrombosis Assessment (AGATHA) yang dilakukan oleh American Society of Cardiology pada tahun 2006, di mana Indonesia menjadi subjek penelitian bersama 24 negara lainnya.

Selain penyakit arteri perifer, penyakit tromboemboli juga merupakan masalah yang penting. Ini dapat terjadi pada arteri dan vena menyebabkan penyakit stroke iskemik, serangan jantung koroner dan iskemik tungkai akut. Beberapa faktor risiko, seperti merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi, dapat berkontribusi pada perkembangan kedua penyakit ini. Oleh karena itu, orang dengan faktor risiko ini harus waspada terhadap penyakit tersebut. Dalam penanganan penyakit tromboemboli arteri dan vena, deteksi dini dan terapi yang agresif sangat penting untuk mencapai perbaikan klinis yang terbaik dan mencegah komplikasi. Pada kasus-kasus dengan risiko kematian tinggi akibat tromboemboli, seringkali diperlukan tindakan invasif seperti kateterisasi atau aspirasi gumpalan darah. Namun, kendala teknologi dan biaya peralatan medis dapat menjadi hambatan serius dalam memberikan perawatan yang optimal. 

Sebagai respons terhadap tantangan ini, sebuah terobosan berupa pembuatan alat aspirasi trombus, dapat membantu dalam penanganan tromboemboli. Dengan adanya alat ini, diharapkan perawatan yang lebih baik dan lebih merata termasuk di rumah sakit perifer. Besar harapan kami dengan adanya terobosan alat aspirasi trombus ini, dapat menjadi solusi akan permasalahan tromboemboli pembuluh darah arteri maupun vena, sehingga pelayanan spesialisasi jantung pada bidang pembuluh darah dapat menjangkau rumah sakit perifer dan pada akhirnya seluruh rakyat Indonesia dapat memperoleh pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah yang paripurna secara merata.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Dr. apoteker. Aniek Setiya Budiatin, Doktoranda., Magister Science. Prof. Dr. Antun Mardiyanta, Doktorandus., Master of Arts. Prof. Dr. Devi Rianti, dokter gigi., Magister Kesehatan. Prof. Dr. Johanes Nugroho Eko Putranto, dokter. Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Konsultan., FIHA. Semoga bisa memberikan manfaat bagi diri beliau, 51¶¯Âþ, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita. 

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua. 

Billahitaufiqwalhhidayah

°Â²¹²õ²õ²¹±ô²¹²¹³¾³Ü™a±ô²¹¾±°ì³Ü³¾·É°ù.·É²ú.

Rektor,

Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak.

AKSES CEPAT