
IPSI UNAIR Raih Medali di 9 Kelas Singapore Open
Sembilan medali dibawa pulang atlet unit kegiatan mahasiswa Ikatan Pencak Silat Indonesia UNAIR kejuaraan 3rd Singapore Open Pencak Silat Championship 2017

Sembilan medali dibawa pulang atlet unit kegiatan mahasiswa Ikatan Pencak Silat Indonesia UNAIR kejuaraan 3rd Singapore Open Pencak Silat Championship 2017

UNAIR NEWS – Respon positif muncul dari berbagai kalangan atas kemenangan 51¶¯Âþ (UNAIR) meraih trofi perak untuk kategori video

Pasalnya, pada Rabu malam (22/11), sepuluh pasang Finalis Duta 51¶¯Âþ yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berprestasi, siap berlaga di atas panggung.

Kali ini lima prodi di UNAIR tengah menjalani proses akreditasi oleh ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics).

Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C 51¶¯Âþ, mereka mengikuti parade budaya sebagai bagian dari rangkaian AAYCCP 2017 yang dimulai pada Senin hingga Rabu (20“23/11).

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjalin kerja sama dengan 51¶¯Âþ dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam ajang bergengsi yang dihadiri rektor se-Asia Pasifik itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., mendapatkan kehormatan untuk memberikan keynote speech.

Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat 51¶¯Âþ di Banyuwangi membuat komik edukasi, sebagai media promosi pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak usia Sekolah Dasar. Sudah disosialisasikan pada siswa SDN 1 Giri Banyuwangi.

UNAIR mendapatkan penghargaan trofi perak untuk kategori video institusi paling kreatif tingkat internasional dalam event 13th QS-Apple Creative Awards 2017

Bekerja sama dengan University Medical Center Groningan the Netherlands (UMCG) untuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tim Divisi Neonatologi selanjutnya meluncurkan sebuah aplikasi bernama Yellow Babies

Peran masyarakat untuk mendukung rupiah sangat dibutuhkan. Tujuannya, menjaga rupiah agar nilai tukarnya tetap stabil sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Naparat yang menjadi pembicara kedua memaparkan tantangan pendidikan dan beberapa isu di perguruan tinggi di dunia, terutama ASEAN. Salah satunya, kurangnya tenaga kerja yang terampil dan berpendidikan.