
Ranjang
Aku memandang langit dari balik jendela kaca berteralis. Jendela yang terbuka itu berengsel pada bagian atas. Malam larut, aku tak takut dengan angin. Beberapa

Aku memandang langit dari balik jendela kaca berteralis. Jendela yang terbuka itu berengsel pada bagian atas. Malam larut, aku tak takut dengan angin. Beberapa

Ada banyak hal yang bisa ditulis dari pelabuhan. Mulai dari fenomena sosial di sana, hingga apa yang menjadi perebutan di sana.

Untuk masuk ke ruang itu, harus melepas alas kaki dan meletakkan di rak besar luar ruangan itu.

Memandangiku sejenak menulis, dan kuhitung lebih dari lima kali hingga rentetan bait tulisan penuh mengumpulkan sari pati isi ke dalam kertasnya itu.

Obrolan ini nyaris saja berakhir. 淎khiri sajalah, percuma, takdir tidak diubah dengan kata-kata, melainkan harus menggunakan tindakan

Derit pintu tetangga memecah hening. Sialan. Tidur kuterganggu. Siapa pula manusia yang tak tahu aturan itu?

Memang segalanya tidak bisa diprediksi. Waktu memutar tanpa perlu seorangpun mampu mengaturnya.

UNAIR NEWS –Telah lama aku menunggu suratmu. Menunggu ceritamu dari tempat barumu. Sampai hari terjauh ini, berapa banyak teman barumu ? Apakah mereka ada yang

untuk membaca Part 1, silakan klik Kampung Pengemis (Part 1) Sabtu itu, hari sudah sore. Aku dan temanku itu telah berada di dermaga penyeberangan kotanya.

free instagram followermake up wisudamake up jogjamake up prewedding jogjamake up wedding jogjamake up pengantin jogjaprewedding jogjaprewedding yogyakartaberita indonesiayogyakarta wooden craftAku tahu tentang kampung pengemis

Kursi yang kududuki terasa berguncang. Lalu kurasakan sepetak gambar di jendela mulai berganti seperti layar televisi. Pandanganku menerawang ke luar.

free instagram followermake up wisudamake up jogjamake up prewedding jogjamake up wedding jogjamake up pengantin jogjaprewedding jogjaprewedding yogyakartaberita indonesiayogyakarta wooden craft