51动漫

51动漫 Official Website

Petakan Potensi Mahasiswa Baru, UNAIR Gelar Asesmen Kesiapan Belajar

Potret situasi salah satu tahapan dalam asesmen kesiapan belajar mahasiswa baru, Senin (4/5/2026) (Foto: Direktorat Pendidikan UNAIR)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pengajaran melalui program Asesmen Kesiapan Belajar Mahasiswa. Kegiatan tersebut bertempat di Hall Ternate, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Senin (4/5/2026). Asesmen untuk petakan potensi mahasiswa tersebut berlangsung pada 4 Mei 2026 hingga 8 Mei 2026.

UNAIR Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari strategi universitas untuk meningkatkan kualitas input mahasiswa. Dengan adanya pemetaan yang akurat, pihak universitas dapat merancang program pendampingan yang lebih efektif. Sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan profil lulusan yang menjadi harapan program studi masing-masing.

Dr Maftuchah menekankan bahwa asesmen ini bukan merupakan bagian dari seleksi yang bersifat menggugurkan status mahasiswa baru. Mengingat seluruh peserta sudah dinyatakan diterima secara resmi. Fokus utama kegiatan tersebut beralih sepenuhnya pada upaya pemetaan mendalam terhadap kondisi psikologis dan kesiapan belajar setiap individu. Hal ini menjadi sangat krusial agar universitas memahami titik awal setiap mahasiswa sebelum memulai proses akademik yang intens.

“Jadi, artinya ini tidak ada yang namanya menggugurkan mahasiswa baru. Tujuan asesmen ini adalah supaya kita bisa melakukan pemetaan,” tegasnya. Pemetaan ini sangat penting karena setiap individu membawa latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga, sambung Dr Maftuchah, universitas perlu memiliki basis data yang kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal.

Potret situasi salah satu tahapan dalam asesmen kesiapan belajar mahasiswa baru, Senin (4/5/2026) (Foto: Direktorat Pendidikan UNAIR)

Dalam pelaksanaannya, UNAIR menerapkan standar yang sangat komprehensif dengan menggunakan gabungan lima instrumen berbeda untuk menghasilkan rekomendasi akhir. Instrumen-instrumen tersebut berada di bawah pengelolaan Airlangga Assessment Center () guna menjamin objektivitas dan keakuratan hasil. 淪elain aspek psikologis, mahasiswa juga menjalani tes ELPT sebagai bagian dari asesmen kompetensi bahasa Inggris yang sangat dibutuhkan dalam menunjang studi mereka nantinya, lanjutnya.

Salah satu poin paling transformatif dari asesmen ini adalah kemampuan universitas untuk memberikan perlakuan yang jauh lebih personal kepada setiap mahasiswa. Meskipun hasil asesmen tidak akan mengubah kurikulum dari program studi, data tersebut berguna untuk memastikan kurikulum dapat terserap secara optimal oleh mahasiswa sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.

Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes, Direktur Pendidikan UNAIR (Foto: Istimewa)

“Strategi untuk pencapaian targetnya itu bisa jadi akan diarahkan secara personal pada mahasiswa tertentu yang hasilnya direkomendasikan oleh AAC. Sehingga nanti pendampingan dosen walinya akan lebih personal,” papar Dr Maftuchah. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dilepas begitu saja, tetapi terus dipantau perkembangannya berdasarkan profil yang telah terpetakan sejak awal.

UNAIR telah menyiapkan infrastruktur dukungan yang sangat luas dan komprehensif dengan melibatkan berbagai unit kerja lintas sektoral secara terintegrasi. Mahasiswa yang menghadapi kendala, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik, dapat memanfaatkan layanan helpdesk di setiap fakultas. Selain itu, terdapat Help Center yang terkoordinasi secara profesional oleh Direktorat Kemahasiswaan untuk menangani berbagai keluhan mahasiswa.

Menutup penjelasannya, Dr Maftuchah memberikan pesan mendalam agar para mahasiswa baru untuk tidak melihat asesmen ini sebagai beban atau sekadar formalitas administratif. “Semoga mereka bisa mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan mengisi dengan jujur apa adanya sesuai kondisinya. Supaya hasilnya sesuai atau valid dan tindak lanjutnya itu bisa relevan,” pungkasnya.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT