51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Dominasi Dua Cabang Utama, UKM Karate UNAIR Borong 12 Medali di Kejuaraan Berskala Nasional

Kontingen UKM Karate UNAIR saat meraih 12 medali di Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: Narasumber)
Kontingen UKM Karate UNAIR saat meraih 12 medali di Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS “ kembali menorehkan prestasi gemilang. Dalam ajang Piala Rektor UMM Karate Championship 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu (2/5/2026), kontingen karate UNAIR sukses membawa pulang total 12 medali.

Perolehan tersebut terdiri dari 3 emas, 8 perak, dan 1 perunggu. Capaian ini menjadi bukti konsistensi UNAIR dalam mempertahankan kualitas atlet di dua cabang utama, yakni Kumite dan Kata.

Keberhasilan di Cabang Kumite dan Kata

Dominasi tim UNAIR terlihat merata di kedua kelas pertandingan. Pada cabang Kumite, tim berhasil meraih 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Sementara itu, pada cabang Kata, kontingen menyumbangkan 1 emas dan 5 perak. Keberhasilan di dua kelas ini sangat spesial karena Kumite dan Kata menuntut kemampuan yang berbeda, baik dari segi fisik maupun teknik.

“Alhamdulillah kami dari kontingen UKM 51¶¯Âþ mendapatkan 3 emas, 8 perak, dan 1 perunggu. Perolehan medali memang menjadi indikator dominasi tim, tetapi lebih penting lagi adalah konsistensi tampil di dua cabang utama yaitu Kumite dan Kata,” ujar salah satu perwakilan tim saat sesi wawancara.

Proses Panjang Melalui Training Camp (TC)

Di balik gemerlap medali, terdapat proses latihan yang panjang dan intensif. Selain latihan rutin tiga kali seminggu, para atlet menjalani program khusus berupa Training Camp (TC) selama kurang lebih satu bulan menjelang kompetisi di Malang tersebut. Program ini mencakup penguatan fisik, pemantapan teknik, simulasi pertandingan, hingga evaluasi performa yang ketat.

Khusus untuk cabang Kumite, atlet dibekali strategi khusus dalam menghadapi lawan dari berbagai perguruan. Fokus diberikan pada pengaturan stamina, ketajaman reaksi, serta kontrol emosi di bawah tekanan tinggi. “Kumite adalah pertarungan langsung, sehingga pendekatannya lebih kompleks. Kemenangan sering ditentukan oleh keputusan cepat dalam situasi tekanan tinggi,” jelasnya.

Solidaritas Tim dan Target Masa Depan

Prestasi di Piala Rektor UMM ini tidak hanya menjadi kebanggaan karena kemenangan semata, tetapi juga sebagai validasi atas solidaritas tim dan metode latihan yang mereka terapkan. Pihak UKM Karate menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pelatih, pembina, serta dukungan penuh dari pihak kampus.

Ke depan, UKM Karate UNAIR tidak ingin cepat berpuas diri. Mereka telah membidik kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi, baik skala nasional maupun internasional, sembari fokus pada regenerasi atlet. Kepada mahasiswa yang ingin mendalami karate, tim berpesan agar tidak ragu untuk memulai. “Konsistensi adalah kunci utama untuk berkembang. Karate bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membentuk karakter, disiplin, dan mental yang kuat,” tutupnya.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT