UNAIR NEWS “ Himpunan Mahasiswa D-IV Manajemen Perkantoran Digital, 51¶¯Âþ (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan Officepreneur Class pada Sabtu (9/5/2026). Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C, acara ini mengusung tema Empowering Students to Start Strong, Stay Energized, and Shape Their New Beginnings Together.
Berkolaborasi dengan Nescafe dan podcast Makna Talks dalam tajuk “Ideas on the Go”, acara ini menghadirkan dua tokoh besar dunia industri dan leadership. Mereka adalah Adhitya Pratama dan Alamanda Shantika. Keduanya hadir untuk untuk mengupas tuntas filosofi wirausaha melalui tema Think Like A Founder, Execute Like A Leader.
Strategi ‘Guerilla’ dan Analogi Durian dalam Branding
Adhitya Pratama menekankan pentingnya model bisnis yang cerdas sebagai pengganti modal finansial yang besar bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha dari nol. Menurutnya, bagi orang yang memiliki minim modal, ide dan bisnislah yang harus dimaksimalkan. œJangan ikut-ikutan gaya orang yang punya privilese modal besar. Kalau uang belum ada, pastikan strategi kalian yang paling cerdik agar bisa dibayar saat sedang beriklan,” tegas Adhitya.
Ia juga memaparkan filosofi personal branding melalui analogi buah durian. Melalui analogi tersebut, ia menyarankan mahasiswa untuk tidak takut memiliki karakter yang kuat meskipun tidak disukai semua orang.
“Karakter ini dibangun karena dulu orang usaha jadi apel yang semua orang suka. Sekarang, jangan jadi apel. Jadilah durian yang kalau orang suka, suka banget, kalau tidak suka ya tidak suka banget. Dengan begitu, market kalian akan sangat loyal dan militan,” jelasnya.
Adhitya kemudian menegaskan terkait kemandirian mahasiswa yang seringkali kehilangan insting bertahan hidup. Sebab seringkali mereka terlalu bergantung pada arahan mentor. “Masalahnya adalah, kita akan terbiasa disuapi sehingga tidak punya resiliensi untuk mencari sendiri, berpikir sendiri, dan mengambil keputusan sendiri. Padahal dengan merasakan kegagalan sendiri, kita bukan cuma belajar materi bisnis, tapi kita belajar caranya belajar,” lugasnya.
Eksplorasi Global dan Kepemimpinan di Era AI
Sementara itu, Founder Binar Academy Alamanda Shantika berbagi pengalamannya mengenai pentingnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perkembangan teknologi di kancah internasional agar tidak tertinggal.
“Gue selalu penasaran untuk eksplorasi ke luar sebelum teknologi itu ramai diomongin. Ternyata di luar sana dunianya sudah sangat advance. Bahkan lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kita harus berani melihat kenyataan global supaya bisa tetap kompetitif di pasar Indonesia,” ujar Alamanda.
Sebagai praktisi teknologi, ia memberikan gambaran nyata bahwa peran Artificial Intelligence (AI) kini telah mengubah struktur organisasi secara radikal dan permanen. œDi struktur organisasi masa depan, di sebelah manusia itu ada AI yang melakukan. Bukan cuma sekadar administrasi, tapi benar-benar bisa menjahit sebuah pekerjaan utuh. Kita harus benar-benar siap berkolaborasi,” paparnya.
Bagi Alamanda, indikator keberhasilan tertinggi seorang pemimpin adalah saat ia mampu memberdayakan orang lain di ekosistemnya untuk menjadi pemimpin-pemimpin hebat baru. “I think this is the biggest achievement sebagai seorang entrepreneur dan leader adalah menciptakan dunia yang benar-benar baru. Menciptakan pemimpin baru yang punya daya luar biasa, sehingga akhirnya tanganku bukan cuma satu, tapi aku punya banyak tangan untuk berdampak,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





