UNAIR NEWS Sebanyak 302 kader kesehatan Posyandu dari berbagai wilayah di Banyuwangi berkumpul dalam Jambore Kader 2026 di De Djawatan, Kecamatan Cluring, pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini terselenggara dalam rangka memperingati Hari Posyandu setiap 29 April. Sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi kader kesehatan yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat tingkat desa.
Tahun ini, Jambore Kader mengangkat tema Perempuan Berdaya, Kader Berkarya, Desa Sehat Sejahtera sebagai bentuk kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi, tim Puspadaya, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Cabang Banyuwangi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 51动漫 (UNAIR), Dr Rahadian Indarto Susilo dr SpBS(K).
Dalam sambutannya, Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menilai keberadaan kader memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak hingga pembangunan kesehatan desa berbasis partisipasi masyarakat.

淜ader Posyandu adalah kekuatan besar desa dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kehadiran program seperti Puspadaya membantu kader lebih percaya diri dan mampu terlibat aktif dalam pengambilan keputusan di desa, ujar Ipuk.
Puspadaya Dorong Transformasi Digital Kader
Program Puspadaya dipimpin oleh Ketua Tim Puspadaya, Susy Katikana Sebayang SP MSc PhD bersama tim peneliti dari UNAIR dan berbagai mitra nasional maupun internasional. Program ini merupakan inovasi berbasis integrasi data digital kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader melalui aplikasi telepon seluler.
Puspadaya telah berkembang sejak 2024 oleh peneliti FIKKIA bersama Politeknik Negeri Banyuwangi, Universitas Pattimura, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan The University of Sydney dengan dukungan pendanaan dari program KONEKSI. Melalui aplikasi tersebut, kader mendapatkan pelatihan untuk mengumpulkan, memahami, menginterpretasikan, hingga memanfaatkan data ibu hamil dan balita secara real-time.
Dari 302 kader yang hadir, sebanyak 208 kader mengikuti pelatihan di lokasi secara langsung. Di antara 208 kader tersebut, sebanyak 95 persen mengalami peningkatan pengetahuan dan seluruh peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam penggunaan teknologi serta analisis data. 淧uspadaya bukan sekadar pelatihan digital, tetapi upaya membangun kepercayaan diri kader. Agar mampu menggunakan data sebagai dasar advokasi kesehatan di tingkat desa, ujar Susy Katikana Sebayang yang juga merupakan Wakil Dekan III FIKKIA.
Penguatan Kapasitas dan Peran Perempuan
Selain pelatihan teknis, Puspadaya menghadirkan inovasi pembelajaran melalui Puspadaya Quiz, media edukasi interaktif yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan kader secara kolaboratif. Dalam Jambore Kader 2026, sebanyak 87 kader tampil menunjukkan kemampuan mereka dalam mengikuti sesi kuis tersebut.
Sejak Juni 2025, tercatat sebanyak 1.134 sesi pendampingan dilakukan kepada kader di Banyuwangi, sementara di Maluku Tengah mencapai 1.023 sesi. Pendampingan tersebut memastikan kader mampu menerapkan hasil pelatihan dalam pelayanan Posyandu dan forum masyarakat di tingkat desa.
Melalui program ini, kader perempuan juga didorong lebih aktif terlibat dalam forum pengambilan keputusan desa. 淗arapan kami, Puspadaya dapat terus memperkuat kapasitas kader perempuan. Sehingga mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan desa yang sehat dan sejahtera, tutup Susy.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





