51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

ECOTANI Dorong Kelompok Tani Kisik Produksi Pupuk Kompos Berbasis Limbah Pertanian

UNAIR NEWS “ Kelompok mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ (UNAIR) melaksanakan kegiatan demonstrasi pembuatan pupuk kopos dalam rangka program kerja ECOTANI (Ekonomi Sirkular Pertanian Berbasis Lingkungan) di Balai Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada Kamis (22/1/2026) mulai pukul 20.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Desa Kisik, termasuk perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani Wanita dengan total 15 orang peserta. Demonstrasi difokuskan pada pembuatan pupuk kompos organik berbahan dasar jerami, sekam padi, dan pupuk kandang sebagai alternatif pupuk kimia yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Praktik Langsung Pembuatan Kompos

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK 7 UNAIR tidak hanya memberikan pemaparan materi , tetapi juga membagikan bahan-bahan pembuatan pupuk kompos kepada peserta agar dapat langsung dipraktikkan. Peserta diajak mengikuti setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga proses fermentasi menggunakan activator EM4, sehingga metode yang disampaikan dapat diterapkan secara mandiri oleh kelompok tani.

Pendekatan praktik langsung ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong keberlanjutan penerapan pupuk kompos di tingkat kelompok maupun rumah tangga.

Respons Positif dari Kelompok Tani dan Pemerintah Desa

Gambar 2. Sesi tanya jawab antara mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ dan struktur Kelompok Tani Desa Kisik

Kegiatan ECOTANI mendapat tanggapan positif dari peserta. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Bapak Syimali, menyampaikan bahwa kegiatan serupa sebenarnya pernah dilakukan, namun belum berjalan secara konsisten.

œKegiatan seperti ini sebetulnya sudah pernah dilakukan, akan tetapi hanya beberapa yang menerapkan dan tidak berlangsung lama. Jadi, harapan saya dengan adanya sosialisasi dan praktik seperti ini bisa mendorong pelaku kelompok tani untuk membuat pupuk kompos organik berbahan dasar jerami secara berkelanjutan,™™ ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Kepala Desa Kisik yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Wanita. Beliau menilai program ini memiliki potensi untuk memberikan manfaat jangka Panjang.

œBetul Mbak, programnya bagus. Harapan kami juga ini bisa bermanfaat dan berkelanjutan. Dan kalua difermentasi, berarti nanti setelah satu bulan bisa datang lagi ke Kisik untuk melihat hasil, tuturnya.

Dukung Pertanian Berkelanjutan Berbasis Desa

Melalui kegiatan demonstrasi pembuatan pupuk kompos ini, mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ berharap dapat meningkatkan kesadaran kelompok tani terhadap pengelolaan limbah pertanian sekaligus mendorong penerapan pertanian berkelanjutan berbasis desa.

Penulis: Nova Eka Yuliana

AKSES CEPAT