51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Elementary Dental Education, Pembekalan Interaktif Kesehatan Gigi BBK 7 UNAIR di Desa Kandangrejo, Lamongan

UNAIR NEWSElementary Dental Education (EDE) Kandangrejo telah diselenggarakan oleh kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ (UNAIR) pada hari Selasa (13/1/2026) di SDN 1 Kandangrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan sebagai bentuk komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mencakup edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta aplikasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga sejalan dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.

Program Elementary Dental Education (EDE) dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan angka masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar. œDengan terselenggaranya kegiatan EDE diharapkan siswa siswi SDN 1 Kandangrejo dapat memiliki pemahaman yang tepat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini ujar Cecilia Abigail Manurung selaku penanggung jawab program EDE. Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ memandang bahwa SDN 1 Kandangrejo memerlukan intervensi edukatif guna menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesehatan gigi. Program ini juga menyesuaikan dengan fase pertumbuhan gigi anak sekolah dasar sehingga kami menargetkan siswa kelas 4, 5 dan 6.

Dalam pelaksanaannya, program kerja kami menerapkan metode edukasi interaktif yang menggabungkan penyampaian materi dengan praktik secara langsung. Media flipchart digunakan sebagai alat bantu visual, sementara lagu edukasi dipilih untuk mempermudah anak-anak mengingat materi yang disampaikan. Selain itu, alat peraga berupa phantom gigi dan sikat gigi dimanfaatkan untuk menjadi media visual teknik menyikat gigi yang benar. Suasana kegiatan dibuat komunikatif dengan dukungan Smart TV dan speaker.

Puncak kegiatan ini dilaksanakan dengan praktik sikat gigi secara langsung dan mencuci tangan sesuai standar kesehatan. Setiap siswa mendapat bundle sikat gigi dan pasta gigi yang digunakan pada saat sesi praktik. Melalui praktik ini, siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara teori, namun juga mampu menerapkannya secara langsung dengan bimbingan tim BBK 7 UNAIR. Nafisha Aurelia siswa kelas 4 memberikan reaksi positif, œSeru banget praktik cuci tangan dan sikat gigi sama teman-teman, aku jadi tahu cara sikat gigi yang benar. Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata, sehingga dalam praktiknya dapat mengubah gaya hidup siswa menjadi lebih sehat.

AKSES CEPAT