51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Waspada Hantavirus, Pakar FK Tekankan Pentingnya Pengendalian Rodensia dan Protokol PPI

Ilustrasi Hantavirus (Foto: Tempo)

UNAIR NEWS “ Dalam beberapa waktu terakhir, Hantavirus menjadi sorotan kesehatan global. Pakar dari Fakultas Kedokteran () 51¶¯Âþ (UNAIR) memberikan edukasi mendalam mengenai karakteristik virus ini serta langkah-langkah pencegahannya. Pakar mikrobiologi klinik sekaligus pengurus PERDALIN Surabaya, Dr Agung Dwi Wahyu Widodo dr MSi SpMK(K) menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan virus RNA yang ditularkan melalui hewan pengerat (rodensia) seperti tikus liar. Penularan utama pada manusia terjadi melalui inhalasi aerosol dari urin, feses, atau saliva tikus yang terinfeksi.

Dalam pemaparannya, Dr Agung menjelaskan bahwa Hantavirus dapat menyebabkan dua manifestasi klinis utama yang fatal. Yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), gangguan fungsi ginjal yang disertai demam berdarah. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), serangan pada sistem pernapasan yang memiliki tingkat mortalitas tinggi.

Pakar mikrobiologi klinik FK UNAIR sekaligus pengurus PERDALIN Surabaya, Dr Agung Dwi Wahyu Widodo dr MSi SpMK(K) (Foto: Humas FK UNAIR)

“Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sarang tikus,” ujar Dr Agung dalam materi edukasinya.

Dr Agung menekankan bahwa kunci utama pencegahan Hantavirus adalah pengendalian rodensia secara kritis. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain (1) Inspeksi rutin dengan menutup akses masuk tikus ke dalam hunian maupun fasilitas kesehatan. (2) Disinfeksi lingkungan dengan menggunakan klorin 0,1% atau desinfektan standar rumah sakit pada area yang berisiko. (3) Penggunaan APD bagi petugas kesehatan. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai indikasi sangat penting saat menangani pasien suspek. (4) Edukasi Masyarakat dengan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien untuk menghindari paparan langsung dengan debu atau area yang terkontaminasi kotoran tikus.

Edukasi Publik

Sebagai salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, FK UNAIR melalui para pakarnya terus proaktif dalam melakukan surveilans dan pelaporan kasus jika ditemukan gejala yang mengarah pada infeksi ini. Hal ini sejalan dengan misi fakultas untuk selalu unggul dalam pengabdian masyarakat dan penanggulangan penyakit menular.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan rumah dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi yang disertai riwayat kontak dengan area yang banyak terdapat aktivitas tikus.

Penulis: Humas FK UNAIR

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT