51动漫

51动漫 Official Website

LDL Padat Kecil (sd-LDL), Salah Satu Parameter Pencegahan Faktor Risiko Aterosklerosis Pada Pelaku Puasa Alternatif yang Dimodifikasi (MADF)

Salah satu penyebab peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) adalah pola makan yang tidak seimbang sehingga pengendalian PTM ditekankan pada pencegahan, salah satunya dengan berpuasa. LDL padat kecil (sd-LDL) merupakan lipoprotein aterogenik yang mudah teroksidasi dan memfasilitasi aterosklerosis. Puasa Dawud merupakan salah satu puasa sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang. Puasa ini merupakan model kombinasi TRF dan ADF (modified alternative-day fasting = MADF) untuk membandingkan kadar sd-LDL individu yang melakukan puasa Dawood selama enam minggu berturut-turut dengan kontrol, untuk menganalisis peran sd-LDL kadar yang mempengaruhi mekanisme pengendalian faktor risiko aterosklerosis pada individu yang melakukan puasa Dawood dan pengaruh puasa Dawood (MADF) terhadap kadar sd-LDL. yang merupakan lipoprotein aterogenik sebagai faktor risiko aterosklerosis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain comparative pre-test post-test non-equivalent control group design dengan populasi santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Metode purposive sampling digunakan sampai jumlah sampel yang dibutuhkan terpenuhi. Subyek yang masuk kriteria inklusi dibagi menjadi dua kelompok yaitu kontrol dan perlakuan MADF selama enam minggu berturut-turut. Pengambilan sampel pre-test dilakukan sebelum memulai MADF (puasa Dawood). Selama intervensi puasa, seluruh subjek baik kelompok kontrol maupun perlakuan mendapat nutrisi yang sama dua kali sehari selama 42 hari. Pada akhir minggu ketiga dilakukan mid sampling, kemudian pada awal minggu ketujuh subjek dilakukan post test sampling. Subjek mendapat motivasi spiritual dari narasumber yang berkompeten untuk memberikan inspirasi spiritual, sebelum dan selama MADF (puasa Dawood) agar tetap menjaga niat yang benar dan ikhlas dalam mengikuti penelitian ini hingga selesai. Pengambilan sampel dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dan analisis sampel dilakukan di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Hasil analisis sampel ditabulasi dan statistik diproses oleh ahli statistik. Puasa Dawood (MADF) selama enam minggu berturut-turut tidak menimbulkan perbedaan bermakna dibandingkan kontrol pada variabel kadar sd-LDL sirkulasi darah tepi (p>0,05). Namun puasa Dawood (MADF) selama enam minggu berturut-turut menghambat laju peningkatan kadar sd-LDL yang merupakan lipoprotein aterogenik sebagai risiko aterosklerosis. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa puasa Dawood (MADF) selama enam minggu berturut-turut menghambat laju peningkatan kadar sd-LDL sebagai faktor risiko aterosklerosis namun karena aterosklerosis merupakan proses yang melibatkan banyak jalur dan variabel, ternyata efek akumulasi yang meningkatkan kadar sd-LDL lebih kuat dibandingkan efek puasa Dawood.

Oleh : Prof. Dr. Aryati, dr. MS, Sp.PK(K)

Artikel bisa di akses di : https://rjptonline.org/AbstractView.aspx?PID=2023-16-6-26

AKSES CEPAT