UNAIR NEWS – Dalam rangka mewujudkan ekosistem pengetahuan dengan standar global, 51动漫 (UNAIR) terus memacu langkah untuk memperkuat dominasi intelektualnya di kancah internasional. Melalui Lembaga Publikasi Ilmiah, Jurnal, Pengembangan Perkuliahan, dan Penjaminan Mutu (), 51动漫 (UNAIR) menggelar workshop bertajuk Tips and Strategies: Building an Ecosystem of High-Impact Journals pada Senin (4/5/2026). Bertempat di Aula Bima Suci, Gedung ACC, acara itu menghadirkan Prof. Mehmet Yavuz Ph D, seorang Editor-in-Chief jurnal global, untuk membedah tuntas peta jalan menuju jurnal bereputasi dunia.
Integritas Editorial dan Kualitas Naskah
Prof. Mehmet Yavuz memaparkan bahwa reputasi sebuah jurnal bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kekuatan dewan editor dan ketatnya proses peer-review. Ia menekankan bahwa seorang editor memegang peranan krusial sebagai 榩enjaga gerbang kualitas ilmiah.
淓ditor harus memiliki ketegasan dalam melakukan desk rejection terhadap naskah yang tidak memenuhi standar minimum orisinalitas, guna memastikan bahwa hanya riset dengan kontribusi signifikan yang dapat melanjutkan ke tahap peninjauan, ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Mehmet menjelaskan bahwa proses peer-review harus dijalankan dengan prinsip transparansi dan objektivitas yang tinggi. Hal itu mencakup pemilihan reviewer yang kompeten dan bebas dari konflik kepentingan untuk menjamin validitas temuan riset. Menurutnya, sebuah jurnal harus mampu menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas naskah di setiap edisi yang diterbitkan.
Digitalisasi dan Visibilitas Global
Selain aspek konten ilmiah, Prof. Mehmet membedah sisi teknis yang sering terabaikan namun krusial, yaitu optimalisasi keterbacaan jurnal pada skala internasional. Ia menekankan bahwa di era digital, kualitas naskah yang luar biasa tidak akan memberikan dampak luas jika tidak didukung oleh manajemen metadata yang baik.
Pengelola jurnal didorong untuk cerdas mengoptimalkan platform digital, mulai dari pemilihan judul yang menarik perhatian mesin pencari hingga penggunaan kata kunci (keywords) yang sangat spesifik dan efektif. Strategi itu bertujuan agar setiap artikel yang diterbitkan memiliki peluang lebih besar untuk ditemukan oleh peneliti dunia dalam ekosistem sitasi global.
Prof. Mehmet menjelaskan bahwa peningkatan aksesibilitas melalui platform Open Access dan integrasi dengan basis data internasional akan berbanding lurus dengan jumlah sitasi. Tingginya angka sitasi inilah yang nantinya menjadi daya tawar utama sebuah jurnal untuk menembus indeksasi bergengsi seperti Scopus maupun Web of Science.
淰isibilitas adalah jembatan menuju dampak nyata. Dengan memastikan jurnal kita dapat diakses secara global dan memiliki metadata yang kuat, kita sebenarnya sedang membangun reputasi jangka panjang. Peningkatan indeksasi bukan sekadar mengejar status, melainkan upaya agar kontribusi ilmiah civitas akademika UNAIR menjadi rujukan utama bagi komunitas peneliti internasional, ungkapnya.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia





