51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Destinasi Pariwisata UNAIR Raih Juara II Kompetisi Pariwisata Indonesia

Tim Satyasena saat di Presentasi Tourism Village Branding Competition (Foto: Dok. HIMAPAR UNAIR)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Satyasena berhasil meraih juara II bidang Tourism Village Branding Competition, Kompetisi Pariwisata Indonesia 16 Politeknik Negeri Bandung pada Kamis (7/5/2026).

Tim Satyasena terdiri atas Alyka Kanz Atheyya, Adiyan Jatmiko, dan Neerzara Syarifah Alfarizi. Ketiganya adalah mahasiswa Destinasi Pariwisata angkatan 2024 sekaligus pengurus aktif Himpunan Mahasiswa Destinasi Pariwisata (HIMAPAR) Kabinet Satyasena. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk realisasi program kerja HIMAPAR Kabinet Satyasena dalam bidang pengembangan kompetensi dan prestasi mahasiswa.

Kompetisi bergengsi tersebut mengusung tema People and Nature for a Sustainable Tourism. Ajang itu diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri yang berkompetisi menghadirkan inovasi di bidang pariwisata berkelanjutan.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Satyasena mengangkat potensi Desa Sawentar di Kabupaten Blitar sebagai desa wisata kategori rintisan yang berupaya mengintegrasikan unsur masyarakat, budaya, dan lingkungan. Melalui konsep branding desa wisata, tim menghadirkan analisis SWOT, STP (segmenting, targeting, positioning), serta strategi branding yang inovatif dan terarah dalam mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan.

Tim Delegasi UNAIR saat di Kompetisi Pariwisata Indonesia 16
(Foto: Dok. HIMAPAR UNAIR)

Selain itu, tim juga menghadirkan berbagai inovasi media branding berbasis keberlanjutan. Inovasi tersebut meliputi penggunaan tumbler, packaging ramah lingkungan, totebag, hingga buku cerita anak yang bertujuan meningkatkan minat anak usia 5-9 tahun untuk mengenal sejarah Indonesia, khususnya sejarah Candi Sawentar.

Ketua tim, Alyka Kanz Atheyya, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, dan proses panjang yang dijalani bersama tim. Menurutnya, konsistensi dalam latihan dan evaluasi menjadi faktor penting dalam menghadapi kompetisi tingkat internasional tersebut.

Dosen pendamping sekaligus pelatih tim, Rizal Kuddah, mengapresiasi perjuangan Tim Satyasena selama proses persiapan kompetisi. Ia menilai tim menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi sejak awal persiapan hingga tahap presentasi final.

淭im Satyasena layak memenangkan lomba Tourism Village Branding pada KPI 16 karena kekonsistenan mereka dalam berkonsultasi, rajin berlatih dengan jadwal dan target yang terstruktur. Serta mampu memberikan penampilan maksimal saat kompetisi berlangsung, ujarnya.

Prestasi tersebut harapannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNAIR lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dan berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Penulis: Syarifuddin Hidayatullah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT