UNAIR NEWS “ Mahasiswa 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini, angkatan 2025 berhasil menyabet kategori Penyaji Terbaik dalam ajang bergengsi tahunan Kota Surabaya, Festival Rujak Uleg 2026, Sabtu (9/5/2026).
Mengangkat tema unik yang memadukan kebudayaan Mesir dengan semangat Piala Dunia, tim Manajemen Perhotelan UNAIR berhasil menarik perhatian juri dan pengunjung di tengah ratusan peserta lainnya.
Inovasi di Atas Cobek
Keunggulan tim UNAIR terletak pada keberanian mengeksplorasi rasa. Tim menyajikan Rujak Cingur yang memadukan identitas lokal Surabaya dengan sentuhan Timur Tengah.”Kami melakukan riset kurang dari satu minggu untuk mencari konsep yang out of the box. Karena tema tahun ini Piala Dunia, kami menggunakan Pita bread sebagai media penyajian agar rujak cingur terlihat lebih modern,” ujar Galuh, salah satu tim masak.
Tak hanya soal presentasi, tim juga memberikan teknik kuliner tinggi pada bahan utamanya. Cingur yang biasanya dibumbui secara tradisional, kini diberi sentuhan rempah khas Timur Tengah. Teknik potong yang diterapkan yaitu julienne, agar tampilan lebih rapi dan berkelas sebagai street food fusion.

Visual Berkelas Bertema “The Golden Egypt”
Selain keunggulan rasa, aspek visual menjadi kunci kemenangan tim. Memilih tema Mesir (Egypt), para mahasiswa tampil memukau dengan kostum ala Cleopatra dan Anubis yang didominasi warna emas dan biru.
Tim dekorasi dan penjaga stan, menjelaskan bahwa pilihan tema ini didasarkan pada kesan classy dan estetik. “Mesir itu punya estetika sendiri, terlihat classy dan untouchable. Kami juga menambahkan aksen sepak bola sebagai dekorasi stan untuk menyesuaikan dengan tema partisipasi Mesir di Piala Dunia,” ungkap Meilie.
Tantangan Lapangan yang “Chaos” dan Harapan Kedepannya
Dibalik kesuksesan tersebut, perjuangan tim di lapangan tidaklah mudah. Cuaca terik Surabaya dan antusiasme warga yang membludak sempat membuat suasana menjadi sangat padat (chaos).
“Situasinya sangat menantang. Panas sekali dan banyak pengunjung yang benar-benar ‘begging for rujak’. Ini pengalaman pertama kami ikut festival sebesar ini, sempat minder melihat peserta lain yang lebih megah, jadi kemenangan ini benar-benar unpredictable,” tutur Meilie, salah satu tim dekorasi.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Manajemen Perhotelan UNAIR tidak hanya menguasai aspek pelayanan (hospitality), tetapi juga inovasi kuliner dan manajemen acara yang solid. Dukungan dari dosen, salah satunya pak Jiwangga Hadi Nata SE MSM yang menjadi faktor penting dalam memaksimalkan kegiatan saat kompetisi.
Mereka berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi angkatan selanjutnya. “Semoga ke depannya semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan ide-ide baru, mengangkat kuliner lokal dengan konsep modern, dan membuktikan bahwa kita mampu bersaing di industri kreatif dan kuliner,” pungkas Galuh.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





