51动漫

51动漫 Official Website

MIKA: Teknologi Asistif Pembelajaran Komunikasi untuk Anak dengan Autism Spectrum Disorder

Foto by Merdeka

Kesadaran global terhadap autism-spectrum disorder (ASD) di masyarakat semakin meningkat seiring dengan kenaikan jumlah prevalensi individu dengan ASD di dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan 1 di antara 100 individu adalah individu dengan ASD. Di Indonesia sendiri, laporan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2018 menyebutkan terdapat 2,4 juta anak dengan ASD dan pertambahan sebesar 500 kasus setiap tahun. ASD adalah gangguan pada perkembangan otak dan saraf (neurodevelopmental disorder) yang ditandai dengan perilaku repetitif dan kesulitan pada komunikasi dan pengembangan komperensi sosial. Gejala ASD pada anak bervariasi mulai dari low functioning hingga ke high functioning dan membentuk pola khas. Sebagian besar individu dengan ASD tinggal di negara dengan penghasilan rendah dan medium, di mana akses terhadap intervensi dan terapi masih terbatas. Kesenjangan akses tersebut bersama dengan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ASD menyebabkan terjadinya diskriminasi sosial dan penurunan kualitas kehidupan untuk individu dengan ASD. 

Salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan layanan kesehatan bagi individu dengan ASD adalah melalui penggunaan teknologi asistif. Sejumlah penelitian dan laporan menyebutkan bahwa teknologi asistif dapat membantu proses screening, diagnosis, pemberian intervensi dan perawatan bagi individu dengan ASD. Teknologi asistif juga memfasilitasi transfer pengetahuan antarprofesional dan terapis di negara maju dan negara berkembang. Untuk mendapat hasil optimal dari utilisasi teknologi, teknologi ini perlu diadaptasi ke konteks lokal dan pengaturan yang sedekat mungkin dengan lingkungan anak, seperti bahasa yang sama dengan bahasa pertama anak dan fitur personalisasi yang merepresentasikan situasi sehari-hari. Saat ini, sebagian besar teknologi asistif yang tersedia dan dikembangkan, menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya.

Berdasarkan fakta meningkatnya prevalensi anak dengan ASD di Indonesia, kesulitan mengakses terapi untuk ASD di sejumlah tempat, dan penggunaan perangkat mobile yang tinggi di Indonesia, tim peneliti mengembangkan aplikasi Media Visual Komunikasi Anak (MIKA), yaitu teknologi asistif untuk pembelajaran komunikasi bagi anak dengan ASD dalam bahasa Indonesia pada sistem tablet Android. Pengembangan MIKA menggunakan metode integrasi Agile Scrum dan User-centered Design (UCD). Scrum memfasilitasi pengembangan aplikasi secara cepat dan melibatkan pengguna, sedanngkan UCD memastikan bahwa aplikasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kesesuaian fungsionalitas aplikasi dengan kebutuhan pengguna, dalam konteks ini adalah terapis dan anak dengan USD, sangat krusial, terutama untuk layanan kesehatan. Kesalahan atau error dalam aplikasi kesehatan dapat mengganggu proses intervensi, bahkan membahayakan pasien. Hasil analisis kebutuhan menghasilkan enam fungsionalitas utama aplikasi MIKA, yaitu manajemen profil terapis dan anak, terapi belajar komunikasi berdasarkan metode Treatment and Education of Autistic and Communication Handicapped Children (TEACHH), penilaian linguistik, riwayat terapi dan laporan kemajuan, manajemen konten personal sesuai dengan kebutuhan dan konteks anak, dan sinkronisasi data dan konten.

Pengembangan aplikasi MIKA dilaksanakan dalam sejumlah tahapan sprint. Pada setiap sprint, tim developer mengimplementasikan fitur-fitur MIKA dan melaksanakan evaluasi user testing. Hasil evaluasi menjadi masukan untuk pengembangan di sprint berikutnya. Aktivitas terakhir setelah semua sprint selesai adalah melaksanakan evaluasi usability. Pada aplikasi terapi kesehatan seperti MIKA, implementasi usability memastikan bahwa implementasi fitur didasarkan pada kemampuan kognitif dan kebutuhan pengguna. Masalah usability, seperti aplikasi sulit digunakan, aplikasi tidak responsif, navigasi membingungkan, dan tampilan tidak konsisten menyebabkan pengguna frustasi dan pelaksanaan terapi gagal. Sejumlah implementasi prinsip usability pada desain aplikasi MIKA adalah penerapan hukum Miller pada tampilan halaman manajemen profil Anak, penerapan prinsip visibility of system status pada tampilan dashboard, dan penerapan prinsip recognition rather than recall pada tampilan halaman asesmen terapi yang mengadopsi tata letak standar Picture Exchange Communication Systems (PECS). Hasil evaluasi usability yang diujikan kepada para terapis ASD menunjukkan bahwa aplikasi MIKA mencapai rata-rata skor 3.00 – 3.20 dari skoor maksimal 4.00 untuk lima kriteria usability, yaitu learnability, memorability, efficiency, error rates, dan user satisfaction. Secara keseluruhan, aplikasi MIKA mudah dipahami dan digunakan, serta dapat digunakan sebagai instrumen terapi untuk pembelajaran komunikasi. Tindak-lanjut pengembangan MIKA adalah merealisasikan saran dari para terapis, seperti navigasi yang memfasilitasi penghentian sementara di tengah proses terapi, dan panduan interaktif tentang pemberian skor untuk menilai kemajuan pembelajaran komunikasi anak.

Proyek MIKA telah berhasil membangun aplikasi Aided Language Simulation bahasa Indonesia yang berbasis TEACHH. Kontribusi proyek MIKA terdiri dari formulasi kebutuhan fungsionalitas untuk aplikasi pembelajaran komunikasi untuk anak dengan ASD, pengembangan aplikasi berdasarkan integrasi Scrum dan UCD, dan instrumen terapi standard berbahasa Indonesia.  Integrasi metode Scrum dan UCD memfasilitasi kolaborasi efektif antara tim developer, pakar psikologi, dan terapis ASD, yang berasal dari beragam bidang keilmuan. Tindak-lanjut pengembangan MIKA adalah merealisasikan saran dari para terapis, yaitu navigasi yang memfasilitasi penghentian sementara proses terapi di tengah sesi dan panduan interaktif tentang pemberian skor untuk menilai kemajuan pembelajaran komunikasi anak.

Penulis: Ira Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D.

Judul artikel prosiding : MIKA: An Assistive Technology for Communication Learning in the Indonesian Language for Children with Autism Spectrum Disorder

Link artikel prosiding  :

Link Scopus                :

AKSES CEPAT