Fakultas Hukum 51动漫 merupakan salah satu penyelenggara pendidikan tinggi hukum terbaik di Indonesia. Kondisi ini tentu saja didukung dengan adanya dosen yang profesional, kompeten, dan senantiasa aktif mengembangkan ilmu pengetahuan. Berbagai macam prestasi tentunya juga berhasil diraih oleh dosen Fakultas Hukum 51动漫. Salah satunya adalah prestasi dalam penyelenggaraan Pelatihan Training of Trainers (TOT) Mediator Terpadu yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tanggal 19 September sampai 10 Oktober 2022. Dosen yang berhasil meraih prestasi tersebut ialah Dian Purnama Anugerah, S.H., M.Kn., LL.M pada peringkat lima dan Dr. Widhayani Dian Pawestri, S.H., M.H. pada peringkat tujuh untuk kategori peserta terbaik. Tak hanya itu, keduanya juga berhasil meraih peringkat satu untuk kategori dokumen pembelajaran terbaik. Selain keduanya, Iman Prihandono, S.H., M.H, LL.M, Ph.D juga turut mengikuti kegiatan tersebut dan berhasil dinyatakan lulus.
Dalam sebuah kesempatan, Dian Purnama menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 34 peserta terpilih dan terbaik pada berbagai pelatihan mediator yang pernah diselenggarakan. Komposisi peserta pada pelatihan tersebut terdiri dari 26 orang Hakim dari Peradilan Umum dan Peradilan Agama dari seluruh penjuru nusantara, dan delapan orang akademisi dari tiga Perguruan Tinggi Negeri, yaitu Fakultas Hukum 51动漫, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Selain itu, Dian Purnama juga menjelaskan bahwa menjadi peserta pada pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia merupakan kesempatan yang langka karena biasanya hanya dikhususkan untuk hakim. “Kami merasa terhormat diundang sebagai peserta dalam pelatihan ini dan ternyata kita juga mampu bersaing dengan hakim-hakim lain” ujarnya.
Beliau juga menilai bahwa penyelenggaraan pelatihan tersebut dilakukan dengan sangat baik yang memadukan pembelajaran secara online dan offline. Pembelajaran secara online sendiri dilakukan melalui pertemuan regular dan mandiri dengan menyelesaikan sembilan belas modul pelatihan bagi mediator. Berbagai penugasan tentunya juga diberikan hampir setiap hari dan berhasil diselesaikan dengan baik. Sedangkan pelatihan secara offline dilakukan dengan melakukan praktikum, diskusi, dan kerja kelompok untuk materi metode dan teknik pengajaran. Berbagai penilaian terhadap peserta pelatihan juga dilakukan dari aspek keaktifan, presentasi, eksebisi hasil kerja, dan micro teaching. Adapun komponen terbesar penilaian adalah penyusunan dokumen pembelajaran yang terdiri dari Modul, Rencana Pembelajaran (RP), Rancang Bangun Program Pembelajaran (RBPP), dan Rancang Bangun Pembelajaran Mata Pelatihan (RBPMP).
Penulis: Dean Rizqullah Risdaryanto




