51动漫

51动漫 Official Website

UNAIR dan Unhas Pererat Kolaborasi Keilmuwan Sejarah Nusantara

Edy Budi Santoso SS MA saat menyampaikan materi dalam kegiatan kunjungan persahabatan. (Foto: Istimewa)
Edy Budi Santoso SS MA saat menyampaikan materi dalam kegiatan kunjungan persahabatan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Departemen Ilmu Sejarah, (FIB), 51动漫 (UNAIR) menerima kunjungan persahabatan dari Departemen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin pada Rabu (22/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Majapahit, Lantai 5, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan kultural antara dua institusi sejarah terkemuka di Indonesia.

Acara bertajuk Kunjungan Persahabatan: Kolaborasi Sejarah Jawa Dwipa dan Timur Nusantara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan departemen, dosen, serta puluhan mahasiswa. Kedua universitas tersebut mendiskusikan berbagai perspektif historis Nusantara secara mendalam.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Sejarah UNAIR, Johny Alfian Khusyairi S S M A menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menyebut bahwa hubungan baik antara UNAIR dan Universitas Hasanuddin merupakan sebuah perjalanan panjang yang terus dipupuk untuk menjalin persahabatan yang kokoh.

淧ertemuan ini adalah forum bagi mahasiswa untuk berkembang dan berani menyampaikan gagasan serta argumen kritis mereka. Kami ingin menciptakan ruang diskusi yang dinamis bagi kedua belah pihak agar mampu saling memperkaya wawasan sejarah, ungkap Johny. Ia juga berharap agar kolaborasi ini berlanjut dengan kunjungan balasan secara fisik. 

Ia berharap kedepan mahasiswa Ilmu Sejarah UNAIR dapat membalas kunjungan ini dengan datang langsung ke Makassar untuk memperdalam pertukaran ilmu dan budaya.

Acara dilanjutkan dengan rangkaian materi yang disampaikan oleh Edy Budi Santoso SS MA selaku dosen ilmu sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Ia menekankan bahwa memahami narasi sejarah Indonesia tidak boleh terjebak pada egosentrisme wilayah. Baginya, pertemuan itu adalah upaya sinkronisasi data agar tidak terjadi ketimpangan informasi antara narasi di bagian barat dan timur Indonesia.

淢emahami narasi sejarah Nusantara memerlukan keseimbangan perspektif yang kuat. Di saat rekan-rekan dari Unhas membawa kita memahami kompleksitas dinamika wilayah Timur, kita juga harus melihat secara jernih bagaimana Singasari dalam Jawa Dwipa memegang peran sentral dalam struktur politik masa lampau sebagai inisiator awal penyatuan wilayah, jelas Edy. Ia menambahkan bahwa Singasari adalah kunci untuk memahami bagaimana diplomasi dan kekuatan militer di Jawa mulai melirik potensi maritim di luar pulau mereka.

Kegiatan ini juga menarik antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang aktif membedah berbagai sudut pandang sejarah. Mulai dari persoalan silsilah raja-raja hingga pengaruh perdagangan lintas pulau. Perdebatan akademik yang sehat menunjukkan bahwa mahasiswa semakin kritis dalam melihat hubungan sebab-akibat yang menghubungkan berbagai kerajaan di masa lampau.

Penutupan acara ditandai dengan semangat kolaborasi yang kuat, di mana kedua departemen sepakat bahwa sejarah bukanlah sekat pemisah, melainkan benang merah yang menyatukan identitas bangsa dari ujung barat hingga timur Nusantara.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT