Adinda Octavia Setiowati menunjukkan piala yang diraihnya dalam salah satu ajang perlombaan kaligrafi (Foto: Dok. Istimewa)
FIB NEWS “ Adinda Octavia Setiowati, yang akrab disapa Via mahasiswa 51¶¯Âþ (FIB UNAIR), meraih prestasi dalam cabang Khattil Qur™an Dekorasi pada ajang MTQ ke-XXIV Kota Surabaya. Perlombaan berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) dan diikuti peserta dari berbagai daerah. Cabang ini menuntut ketelitian dalam penulisan ayat sekaligus keindahan ornamen.
œAlhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapatkan rezeki ini. Sebelumnya saya sempat ikut Musabaqah Tilawatil Qur™an Mahasiswa Nasional (MTQMN) di Banjarmasin, tetapi belum berhasil, ujarnya. Ia menilai cabang dekorasi lebih menantang dibandingkan kontemporer. œDekorasi itu lebih rumit karena harus menggabungkan tulisan dan ornamen dengan kaidah tertentu, tambahnya.
Proses Panjang Berkarya
Via menjelaskan bahwa karyanya tidak lahir secara instan. Ia memulai dengan membuat sketsa kecil, lalu memperbesarnya sesuai ukuran lomba. Ia membawa sketsa tersebut kepada pembina dan ustaz untuk memperoleh masukan. Setelah mendapat persetujuan, Via menyiapkan alat dan bahan yang membutuhkan biaya tersendiri.
œMulai dari membuat sketsa, minta koreksi, sampai akhirnya dibuat ukuran besar sesuai ketentuan lomba, katanya. Ia juga mempelajari enam kaidah tulisan dari delapan kaidah yang tersedia. Panitia mengundi kaidah saat lomba sehingga hasilnya tidak selalu sama dengan yang biasa ia latih. œYang paling susah itu ketika kaidah yang keluar berbeda dari yang biasa saya latih, ujarnya.
Teknik dan Tantangan
Dalam pengerjaan karya, Via menggunakan alat khusus berupa handam bambu, bukan kuas biasa. Setiap goresan harus tepat karena kesalahan kecil dapat mengubah bentuk huruf dan merusak komposisi. Ia juga membagi waktu delapan jam lomba secara rinci, mulai dari membuat sketsa besar hingga mengisi ornamen.
œYang paling sulit itu bagian penulisan khotnya, karena ada lima bagian tulisan dengan bentuk berbeda-beda, jelasnya. Ia mengatur urutan kerja agar seluruh bagian selesai tepat waktu, mulai dari pensketsaan, pewarnaan dasar, hingga ornamen. œSemua harus dihitung supaya selesai tepat waktu, tambahnya.

Adinda Octavia Setiowati berpose bersama karya kaligrafi dekorasi hasil perlombaan yang pernah diikutinya (Foto: Dok. Istimewa)
Makna dan Konsistensi
Bagi Via, khattil Qur™an dekorasi bukan sekadar lomba keterampilan dan seni. Ia menyampaikan pesan Al-Qur™an melalui visual. Ia memandang kaligrafi sebagai bentuk dakwah yang mengandalkan keindahan tulisan dan ornamen. Minatnya pada kaligrafi tumbuh sejak mendapat arahan guru di MAN, yang melihat potensinya pada perpaduan seni dan tulisan Arab.
œKaligrafi itu bisa menjadi media dakwah lewat seni, tidak harus ceramah, tuturnya. Ia menjaga konsistensi berkat dukungan lingkungan terdekatnya. Orang tua dan pembina terus mendorongnya untuk berlatih, sementara teman-temannya juga memberi semangat selama ia mengikuti perlombaan.
Prestasi ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.
Penulis: Nuriya Ramadloni
Editor: Priska Dwita Aulia




