51动漫

51动漫 Official Website

Raih Juara I, Mahasiswa FKG UNAIR Gagas Inovasi Oral Exercise untuk Lansia

Potret Felice Kanaya Chandra, Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro menerima sertifikat penghargaan pada kompetisi karya tulis ilmiah pada ajang Moestopo Dentistry Scientific Program (MDS Pro) 2026 oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta pada Sabtu (18/04/2026). (Foto: Istimewa)
Potret Felice Kanaya Chandra, Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro menerima sertifikat penghargaan pada kompetisi karya tulis ilmiah pada ajang Moestopo Dentistry Scientific Program (MDS Pro) 2026 oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta pada Sabtu (18/04/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIRNEWS – Mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi 51动漫 (UNAIR) unjuk gigi dalam lomba karya tulis ilmiah. Mereka membawa pulang juara pertama dalam ajang Moestopo Dentistry Scientific Program (MDS Pro) 2026 yang berlangsung pada Sabtu (18/04/2026) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta. 

Tim tersebut beranggotakan Felice Kanaya Chandra, Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro. Mereka menciptakan inovasi baru pada ranah kesehatan gigi. Lomba MDS Pro 2026 sendiri merupakan ajang yang cukup bergengsi di bidang kedokteran gigi yang mencakup berbagai cabang lomba seperti karya tulis ilmiah, poster, cerdas cermat, dental restoration, serta seminar ilmiah.

Berawal dari tema Symphony of Smiles: The Rhythm of Happiness, Transforming Lives, One Smile at a Time mereka mengusung inovasi oral exercise yang merupakan pendekatan sederhana non-invasif. Namun, berpotensi memberikan manfaat yang signifikan pada kesehatan gigi. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya populasi lansia yang sering mengalami penurunan fungsi oral, seperti berkurangnya tekanan lidah dan kemampuan mengunyah. 

淜ondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup, termasuk nutrisi dan kesehatan secara umum. Perjalanan kami membuat karya tulis dimulai dengan menentukan topik yang relevan  dan ada urgensi di masyarakat, mencari literatur secara sistematis, membaca berbagai jurnal ilmiah, menyusun analisis dalam bentuk meta-analisis, hingga membuat alat peraga dari barang bekas, ungkap Felice. 

Alat peraga tersebut dapat membantu menjelaskan konsep secara lebih visual, dan menarik. Hal ini mereka lakukan agar penyampaian materi menjadi lebih mudah dipahami oleh juri maupun audiens. 

Perjalanan menggapai prestasi tidaklah mudah. Pasalnya mereka harus melaksanakan dua kegiatan di tengah kesibukan Ujian Tengah Semester (UTS) dan mempersiapkan lomba. 

淗al ini membuat kami harus pandai dalam mengatur waktu antara belajar untuk ujian dan mempersiapkan presentasi lomba. Tetapi, dengan koordinasi yang baik dalam tim serta bantuan dari berbagai pihak kami akhirnya dapat melewati tantangan tersebut, ujar Felice. 

Ia berharap inovasi yang mereka ciptakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan yang sederhana tetapi efektif seperti oral exercise.  

淏erdo檃 dan berusaha. Jangan sampai kita hanya berandai-andai tanpa pernah mencoba dan malu untuk meminta bantuan. Jangan takut gagal karena dari kegagalan justru kita dapat belajar lebih banyak dan berkembang, pesan Felice. 

Penulis : Fauziah Kandela 

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT