UNAIR NEWS Alumnus 51动漫 kembali raih penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Edi Priyanto lulusan program studi Kesehatan Masyarakat Tahun 2020 atas perannya membangun kampung peduli lingkungan dengan basis gerakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata kerja individu semata tetapi hasil kolaborasi bersama masyarakat.
Inisiator Gerakan
Gerakan bermula pada tahun 2016 ketika Edi menjabat sebagai ketua RT. Pada saat itu, Ia melihat warga bersifat apatis dan tidak aktif dalam kegiatan masyarakat seperti kerja bakti dan rapat. Hal tersebut menciptakan kekhawatiran hingga Ia mulai melakukan pendekatan ke masyarakat dengan cara memikirkan masa depan anak-anak. 淜alau anak kita pengen sukses, berarti lingkungan kita harus kita buat lebih baik, tuturnya. Pendekatan tersebut berhasil menarik simpati masyarakat.
Dari pendekatan tersebut, masyarakat mulai berubah. Perubahan tersebut terbagi menjadi tiga tahapan meliput berubah, peduli, dan berbagi. Pada tahap berubah, masyarakat sudah mulai mengubah perilaku mulai dari aktivitas sederhana tetapi berdampak besar seperti menyiram tanaman dan melakukan kerja bakti. Tahap peduli, masyarakat sudah mempunyai kepedulian tinggi kepada lingkungan seperti membantu tetangga yang membutuhkan dan membantu menyiramkan tanaman milik tetangga. Pada tahap ketiga, masyarakat sudah mulai berbagi kepada sesama seperti sukarela menjadi trainer edukasi lingkungan tanpa biaya dan tanpa sponsor.

Menurutnya, kunci keberhasilan gerakan ini adalah kaderisasi. Edi mengaku memulai gerakan hanya dengan tiga orang yang bernama Change Agent. Change Agent tersebut mulai berkembang hingga berhasil mencapai 40 kader. Namun, sesuai peraturan Ia mundur setelah menjabat dua periode. Ia menyerahkan jabatan kepada orang lain dan gerakan tersebut terus berkembang kunjungan meningkatkan secara signifikan mencapai 3.000 orang pertahun dan menerima kunjungan dari Malaysia.
Keberlanjutan dan Keberdampakan
Setelah tidak lagi menjabatan, keberdampakan Edi justru semakin meluas. Ia mampu mencetak karya dengan judul 淟okal Hero: RT dan RW sebagai Penggerak Perubahan Masyarakat serta 淭ransformasi Permukiman, Kelola Lingkungan Berkelanjutan. Karya tersebut menjadi referensi di banyak tempat. Ia mengaku tengah mendampingi pendirian Rumah Kelola Sampah di Sumatera Utara. Pendirian tersebut adalah replikasi model kampungnya untuk pengolahan sampah berbasis experiential learning. Harapannya, gagasan tersebut dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.
Edi menegaskan bahwa berbagai inovasinya bermula dari ilmu yang dipelajari selama berkuliah di UNAIR mulai dari organisasi hingga pemahaman mengenai tata kelola air limbah. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya relevan untuk dunia kerja, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam pemberdayaan masyarakat. 淎pa yang saya lakukan tidak lepas dari peran ketika kuliah di kampus, dan hari ini menjadi bukti nyata bahwa kampus bisa berdampak, ungkap Edi.
Penulis; Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





