FIB NEWS – Surabaya, 14 Februari 2025, 51动漫 (FIB UNAIR) kembali menerima mahasiswa inbound dari Chuo University, Jepang, dalam rangka program pembelajaran budaya Indonesia. Salah satu kegiatan yang menarik adalah pelatihan alat musik gamelan yang berlangsung di Ruang Gamelan FIB UNAIR. Kegiatan ini diikuti oleh dua belas mahasiswa Chuo University yang tampak antusias mengenal dan memainkan alat musik tradisional khas Indonesia tersebut.
Dalam sesi pembelajaran, mahasiswa Chuo University diperkenalkan dengan berbagai jenis alat musik gamelan, seperti balungan, demung, saron, hingga peking. Mereka mendapatkan bimbingan langsung dari anggota BSO Pakarsajen, sebuah badan semi otonom yang aktif dalam pelestarian seni dan budaya di FIB UNAIR. Untuk memudahkan pemahaman, anggota BSO Pakarsajen terlebih dahulu memainkan masing-masing instrumen, mengenalkan cara memainkan, serta memperdengarkan bunyi khas dari setiap alat musik.
Sebagai bagian dari metode pembelajaran, BSO Pakarsajen menyusun nada lagu “Gugur Gunung” dalam format angka. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mahasiswa Chuo University dalam mengikuti alunan gamelan. Dengan metode ini, mahasiswa Jepang tersebut dapat lebih cepat memahami pola permainan gamelan dan berlatih secara langsung.
Program pelatihan gamelan ini merupakan agenda tahunan dalam skema inbound mahasiswa Chuo University ke FIB UNAIR. Selama program berlangsung, mahasiswa Jepang berlatih sekali dalam seminggu sebagai persiapan untuk pertunjukan pada acara penutupan program sebelum mereka kembali ke Jepang. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Chuo University, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Dekan FIB UNAIR menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi budaya tradisional agar tetap dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan semakin dikenalnya gamelan di kancah internasional, diharapkan musik tradisional Indonesia ini dapat terus berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat dunia.
Bagi mahasiswa Chuo University, pengalaman memainkan gamelan menjadi momen berharga yang tidak hanya memperkaya wawasan budaya mereka tetapi juga memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para mahasiswa Jepang ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki daya tarik tersendiri dan mampu menjadi jembatan dalam membangun hubungan antarbangsa melalui seni dan musik.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu partnership for the goals.




