Dokumentasi selama pemaparan Materi Berlangsung (Sumber:Freaan Putra Pandudewanata).
FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) dan Balai Pemeliharaan kebudayaan, mengadakan seminar nasional Wilwatikta hari ketiga di ASSEC Tower Lantai 5, pada Rabu (4/12/2024). Nur Elifianita Susanti S.Pd. sebagai salah satu pembicara dalam acara seminar yang memaparkan materi mengenai makna ekologis Hewan dan Tumbuhan pada relief candi Sri Tanjung di candi masa Majapahit.
Pembicara yang dikenal sebagai Fani dalam materinya membahas mengenai relief Sri Tanjung dengan fokus pada aspek ekologis pada masa Kerajaan Majapahit. Penelitian yang dilakukan terhadap relief yang berkaitan dengan cerita Sri Tanjung menunjukkan adanya sistem ekologi yang signifikan di beberapa candi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ditemukan berkisar 5 jenis Flora yaitu tumbuhan Pinang, Asoka, Pandan Laut, Beringin, dan pohon Pisang, sedangkan Fauna ada 7 jenis yang ditemukan yaitu hewan Ikan/Mastya, Anjing, burung kakak tua putih, Kijang, Terwelu Jawa, Kerbau dan burung Merpati/Dara.
淧ada materi ini saya mengangkat mengenai Flora dan Fauna pada relief Sri Tanjung untuk mengetahui ekologis masa Majapahit, pada penelitian ini saya menemukan banyak sekali totalnya ditemukan berkisar 5 jenis Flora dan 7 jenis Fauna, ujar Fani.
Salah satu hal menarik yang ditemukan selama penelitian adalah adanya relief pada candi yang mengandung representasi flora dan fauna. Temuan ini memberikan wawasan mengenai kondisi ekologi pada masa Kerajaan Majapahit. Fani juga menjelaskan bahwa pemahaman tentang flora dan fauna ini dapat diperluas untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Majapahit pada masa itu.
淗al menariknya bisa mengetahui relief pada tumbuhan dan hewan apa aja yang ada di sana, itu membuat saya mengetahui waah ternyata ada tumbuhan ini pada relief candi ini ya dan saya bisa membayangkan kondisi ekologi pada saat itu, ini mungkin akan luas lagi jika saya mengaitkan dengan kehidupan masyarakat Majapahit saat itu, ujar Fani.
Dalam penelitian ini, Fani memfokuskan perhatian pada relief yang menggambarkan cerita Sri Tanjung, mengingat bahwa Sri Tanjung merupakan salah satu karya sastra asli Nusantara. Hal ini berbeda dengan relief lainnya, seperti Arjuna Wiwaha, yang merupakan karya sastra dari Kerajaan Kahuripan.
淧ada relief ini saya memilih kisah dari Sri Tanjung saja karena Sri Tanjung itu merupakan salah satu karya sastra asli Nusantara dari pada relief – relief lainnya, seperti Arjuna Wiwaha, ujar Fani.
Pesan yang disampaikan mengenai Penelitian Sri Tanjung
Fani berpesan bahwa relief pada cerita Sri Tanjung mengandung ajaran dari para leluhur mengenai pentingnya menjaga keharmonisan antara kehidupan alam dan manusia. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari hingga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat saat ini selalu terhubung dengan masa lalu, termasuk dalam konteks sistem ekologi yang tercermin dalam relief-relief candi pada masa Kerajaan Majapahit.
淪aya berpesan bahwa dari relief ekologis tentang Sri Tanjung ini saya juga mendapat kan pesan juga dari para leluhur agar kita menjaga keharmonisan kehidupan alam dan manusia, nilai – nilai itulah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari – hari hingga saat ini, pungkas Fani.
“Kegiatan Olimpiade ini mendukung Sustainable Education Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education”
Penulis Devan Prawira Wardaya




