Surabaya, UNAIR – FKG Unair telah mengukir jejak baru dalam kegiatan pengabdian. Terdapat 23 mahasiswa kedokteran gigi 51动漫 (Unair) yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pusat Kawalan Kusta Negara (PKKN) Sungai Buloh pada hari Senin, 29 Januari 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Community Based Program (CBP) yang dilaksanakan oleh 23 mahasiswa FKG 51动漫 dari 24 Januari hingga 3 Februari yang bekerjasama dengan Fakulti Pergigian Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kegiatan Community Based Program ini diketuai oleh Hadfi Dhaky Chairuly dan didampingi serta dibimbing oleh Nadia Kartikasari, drg., M.Kes., Ph.D.

Program pengabdian mahasiswa ini terdiri dari tiga kelompok kegiatan utama, seperti pemeriksaan gigi, pemeliharaan kesehatan oral, dan demonstrasi prostodontik yaitu pembersihan gigi tiruan (denture). Kegiatan ini ditujukan pada pasien usia lanjut yang menderita penyakit kusta terkontrol di pusat kawalan tersebut.
Mahasiswa FKG Unair juga didampingi oleh para pembimbing dari pihak UiTM yaitu Dokter Mas Suryalis Ahmad serta beberapa mahasiswa postgraduate. Sebelum memulai kegiatan pengabdian ini, Dokter Fara memberikan penjelasan mendalam mengenai hubungan antara kusta dan kesehatan mulut. Pusat Kawalan Kusta Negara (PKKN) yang berdiri sejak tahun 1930 dengan kapasitas 2000 pasien dan saat ini merawat 96 pasien kusta.
Diawali dengan kegiatan bersama pasien kusta, mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin. Kegiatan dimulai dengan interaksi yang hangat, mengajak pasien berkomunikasi dan melibatkan mereka dalam bermain untuk melatih keterampilan motorik.

Pada sesi pemeriksaan gigi, pasien kusta tidak hanya diperiksa kebersihan dan kesehatan mulut, tetapi juga mendapatkan perawatan sesuai dengan diagnosis. Setelah pemeriksaan, pasien diarahkan ke stan selanjutnya untuk diberikan edukasi terkait kesehatan gigi, di mana terdapat berbagai tipe sikat gigi untuk digunakan pasien kusta. Beberapa pasien yang menggunakan gigi tiruan juga diajarkan secara langsung bagaimana cara membersihkan gigi tiruan dengan benar.
Dalam stan ini, para mahasiswa Unair mendapatkan arahan dan dibimbing langsung oleh Dr. Siti Hajar Ibrahim selaku dokter dari program pascasarjana Special Care Dentistry (SCD). Mereka memahami betapa banyaknya alat bantu yang dapat digunakan untuk membantu orang dengan disabilitas dalam menjaga kebersihan mulut mereka.
Banyak sekali pengalaman baru yang didapatkan mahasiswa FKG Unair pada kegiatan ini. Para mahasiswa tidak hanya memahami melalui teori tetapi juga langsung memahami dari praktik kepada pasien. Selain diajarkan bagaimana cara mengisi odontogram di negara yang berbeda, para mahasiswa juga diajarkan secara langsung bagaimana cara merawat serta memberi perlakuan kepada pasien pasien kusta maupun disabilitas yang dimana terdapat banyak perlakuan-perlakuan khusus yang perlu diperhatikan.
Kegiatan ini juga semakin membuka wawasan kepada para mahasiswa bahwa kita semua harus selalu membuka segala macam jalan untuk merawat kesehatan gigi kepada semua orang tanpa memandang apapun dan dengan segala cara yang bisa dilakukan secara maksimal.




