Program Studi Spesialis Ortodonti menunjukkan komitmennya dalam membentuk profesional kesehatan gigi yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki softskill yang mumpuni. Bertempat di Harris Hotel & Sunset Road Bali, pada Jumat, 9 Mei 2025, telah diselenggarakan seminar bertajuk “Pelatihan Softskill bagi Mahasiswa Spesialis Ortodonti”. Kegiatan ini menghadirkan pembicara inspiratif, drg. Ni Luh Krishna Ratna Sari, Sp.Ort., yang membawakan materi seputar pentingnya pengembangan softskill dalam dunia kedokteran gigi, khususnya ortodonti. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kemampuan seperti komunikasi efektif, empati, kepemimpinan, manajemen waktu, dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi nilai tambah yang sangat penting di tengah kompleksitas praktik ortodonti modern.
淜emampuan teknis tentu penting, tapi tanpa softskill, kita akan kesulitan membangun kepercayaan pasien dan berkolaborasi dengan tim medis lain, ujar drg. Krishna. Ia juga mengajak para peserta untuk lebih terbuka terhadap perubahan dan tantangan di era digital, di mana profesional ortodonti diharapkan mampu beradaptasi dan berinovasi dalam layanan.
Seminar ini dihadiri oleh para residen, dosen, serta alumni dari berbagai institusi, dan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga terlibat dalam sesi interaktif dan simulasi kasus yang mendorong partisipasi aktif dan refleksi diri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan diri yang secara rutin dilakukan oleh Prodi Spesialis Ortodonti, dengan tujuan membekali para mahasiswa dengan kecakapan non-teknis yang akan menunjang keberhasilan mereka di dunia profesional. Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan lulusan ortodonti tidak hanya menjadi tenaga medis yang kompeten secara klinis, tetapi juga menjadi sosok yang humanis, adaptif, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.




