Banyuwangi, 1 Mei 2025 Dalam rangka memperingati May Day, Fakultas Kedokteran Hewan 51 (FKH UNAIR) bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Kelompok Masyarakat (POKMAS) pembudidaya udang Vaname di Desa Wringinputih, Muncar, Banyuwangi, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa short training bertema Permasalahan kualitas air, penyakit, dan peningkatan kesehatan udang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya udang tradisional serta menjaga kelestarian ekosistem pesisir, khususnya hutan mangrove di Pantai Cemara, Teluk Pangpang. Dalam acara yang dilaksanakan di Teluk Biru Homestay dan disiarkan melalui kanal YouTube serta Zoom FKH UNAIR, para peserta menyampaikan kekhawatiran terkait penurunan kualitas air laut yang berdampak pada tingginya angka kematian udang.
Prof. Muchammad Yunus, selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa air laut yang tercemar limbah domestik, industri, serta dampak perubahan iklim telah memicu stres dan penyakit pada udang Vaname. Selain itu, serangan patogen serta gangguan molting juga menjadi dampak langsung dari penurunan kualitas air.
Solusi yang ditawarkan meliputi monitoring kualitas air dengan teknologi multi-spectral camera, pengolahan air laut, sistem akuakultur resirkulasi (RAS), pelestarian mangrove, dan penerapan Good Aquaculture Practices (GAP). Selain itu, bantuan nanoproduk dari ekstrak Meniran diserahkan oleh Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum sebagai inovasi peningkatan imunitas udang.
Permasalahan baru juga muncul, yakni kerusakan bibit pohon mangrove akibat serangan Teritip (Barnacle) yang menyebabkan kematian hingga 80% pohon muda. Tim ahli dari FKH UNAIR langsung menindaklanjuti dengan pengambilan sampel untuk diteliti lebih lanjut di Surabaya, guna menemukan solusi dalam konservasi mangrove yang penting bagi keberlangsungan budidaya udang.
Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen dan pakar seperti Prof. Nunuk Dyah RL, Prof. Endang Suprihati, Prof. Lucia Tri Suwanti, Dr. Mufasirin, Dr. Agus Sunarso, dan Prof. Eduardus Bimo AH yang turut memberikan pencerahan kepada para peserta. Prof. Bimo yang juga sekretaris LPPM UNAIR menawarkan program pendampingan lanjutan yang disambut antusias.
Prof. Dr. Poedji Hastutiek, Ketua Divisi Parasitologi Veteriner FKH UNAIR, menyampaikan apresiasi kepada mitra kegiatan, khususnya Bapak Muhamad Ali Saifudin selaku penggiat konservasi mangrove Teluk Pangpang, serta seluruh peserta atas dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung SDGs poin ke-17: Partnership for the Goals, dengan harapan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan demi keberlangsungan budidaya udang dan pelestarian lingkungan pesisir Indonesia.
Penulis : Muchammad Yunus dan Poedji Hastutiek
Editing : Mochamad Arifudin




