Pada hari Kamis, 15 Mei 2025, Kelompok A Tandem 3 PPDH Gelombang XLII Fakultas
Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ (FKH UNAIR) yang sedang rotasi di divisi Reproduksi
Veteriner Ekslab Inseminasi Buatan mendapatkan pembelajaran inseminasi buatan (IB) pada
kambing, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang reproduksi
hewan. Kegiatan ini dilaksanakan di kandang kambing dan domba FKH UNAIR, dengan
pendampingan dari asisten laboratorium reproduksi veteriner, Mas Agil.
Inseminasi buatan merupakan teknik reproduksi yang penting dalam meningkatkan mutu
genetik dan populasi ternak. Dalam praktik ini, mahasiswa diperkenalkan dengan penggunaan alat
bantu vaginoscope, yaitu tabung gelas dengan diameter 2“3 cm yang digunakan untuk
memvisualisasikan saluran reproduksi betina guna memastikan posisi inseminasi yang tepat.
Penggunaan vaginoscope mempermudah proses inseminasi dengan meningkatkan akurasi deposisi
semen pada serviks atau uterus, yang dapat meningkatkan tingkat keberhasilan IB. Alat
vaginoscope ini sudah dilengkapi juga dengan IB gun, yang nantinya dapat mempermudah
pelaksanaan inseminasi buatan.
Keberhasilan IB pada kambing sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
kualitas semen, deteksi estrus yang tepat, teknik inseminasi, dan manajemen reproduksi. Menurut
Arisandi (2023), tingkat keberhasilan IB secara intrauterin mencapai 78,9%, sedangkan secara
intracervix sebesar 47,6%. Oleh karena itu, pemilihan metode inseminasi yang tepat sangat penting
untuk mencapai hasil yang optimal .
Kegiatan dimulai dengan pengarahan dan penjelasan oleh Mas Agil, lalu kambing betina
diambil dari kandang. Kemudian kambing dilakukan handling dalam posisi berdiri dan bagian kaki
belakang kambing diangkat ke atas untuk memudahkan menemukan cervix uteri, vulva
dibersihkan dengan disposable tissue dan vaselin dioleskan ke vaginoscope untuk memudahkan
penetrasi. Satu tangan memegang ekor hewan, tangan lainnya perlahan-lahan memasukkan
vaginoscope ke arah vulva dan masuk ke vagina. Setelah menembus vagina, vaginoscope
diarahkan secara horizontal ke bagian lubang cervix uteri. Cervix dapat ditemukan dengan
manipulasi lembut vaginoscope ke samping atau ke bawah. Dengan menemukan lubang cervix,
maka IB gun dapat diarahkan masuk ke dalam lubang cervix untuk lanjut ke tahap inseminasi
hingga melewati 7 cincin cervix kambing.
Kegiatan pembelajaran ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa koas
mengenai teknik IB, khususnya dalam meningkatkan produktivitas ternak secara efisien dan
terkontrol. Dengan bimbingan dari Mas Agil, mahasiswa dapat memahami dan mempraktikkan
proses inseminasi buatan pada kambing dengan vaginoscope dengan memperhatikan
kesejahteraan hewan dan protokol kebersihan yang ketat.




