KABAR FIKKIA – Ditengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan dan tuntutan pelayanan veteriner yang semakin kompleks mendorong adaptivitas dokter hewan yang cepat dan tepat. Kondisi ini menuntut kesiapan lulusan yang kuat secara teori dan terampil dalam praktik klinis sejak dini. Dalam menjawab tantangan tersebut, mahasiswa (PPDH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51动漫 (UNAIR) Banyuwangi mendapatkan pengalaman koasistensi di (RSH) Banyuwangi.
Kelompok 1 PPDH FIKKIA UNAIR memulai koasistensi pada Senin (23/2/2026) hingga Rabu (4/3/2026). Sedangkan sub kelompok 2melakukan koasistensi Kamis – Jumat (05-13/03/2026). Kegiatan tersebut bagian penerapan evidence and outcome based education. Mahasiswa dilatih melakukan anamnesa secara komprehensif oleh drh. Agus Fiki. Mahasiswa berlatih keterampilan medik melalui interaksi langsung dengan pasien dan klien di lapangan
Gali Informasi Melalui Anamnesa
Pada tiga hari pertama, mahasiswa Kelompok 1 Gelombang III PPDH FIKKIA membantu tim dokter hewan di RSH Banyuwangi dalam pelayanan poli. Kemudian mahasiswa juga berkesempatan melakukan anamnesa secara langsung kepada pemilik hewan. Proses ini mencakup penggalian informasi riwayat kesehatan, pola makan, lingkungan, dan perubahan perilaku hewan yang menjadi kunci dalam penegakan diagnosis kasus klinis. Pendekatan komunikasi yang efektif juga menjadi bagian penting yang diasah. Mengingat interaksi dengan klien merupakan kompetensi esensial bagi profesionalisme dokter hewan.

Sembari menganamnesa, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan fisik berupa pengukuran suhu badan pasien maupun memeriksa abnormalitas fisik. Mereka juga dapat mengambil keputusan pemeriksaan penunjang maupun terapi berdasarkan supervisi tim dokter hewan dari rumah sakit hewan milik Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi itu. Dengan demikian, mahasiswa dapat menyinkronkan teori dan mampu mengaplikasikannya dalam situasi lapangan.
Peningkatan Keterampilan Medik Veteriner
Dalam kegiatan magang di RSH Banyuwangi, mahasiswa PPDH diwajibkan mendalami keterampilan medis yaitu pemasangan infus, kateter, dan pengambilan darah. Capaian pembelajaran lulusan tersebut mendorong dokter hewan muda lebih terampil dan percaya diri melayani dan menangani pasien. Memasang infus digunakan untuk membantu pemberian cairan, mengambil sampel darah untuk pemeriksaan kesehatan, dan memasang kateter untuk tata laksana penanganan awal kasus Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD). Semua tindakan dilakukan dengan pendampingan dokter hewan.
Pendidikan koasistensi di Rumah Sakit Hewan Banyuwangi diharapkan mampu mencetak lulusan dokter hewan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR dibekali keterampilan komprehensif melalui pembelajaran kasus langsung yang dapat menjadi pondasi dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan yang profesional dan beretika.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa




