51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Asta Cita untuk Pengembangan Desa yang Merata: Strategi Pembangunan Berkelanjutan dari Desa

UNAIR NEWS “ Surabaya (10/5/2025) ” Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (UNAIR) menggelar kegiatan Strategic Leadership dengan menghadirkan Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Kegiatan yang mengusung tema “Asta Cita dan Pembangunan Berkelanjutan” ini menyoroti pentingnya membangun Indonesia dari desa sebagai fondasi pembangunan nasional.

Membangun Indonesia dari Desa: Urgensi Asta Cita

Dalam pemaparannya, Dr. Afif menekankan bahwa masalah kemiskinan, ketahanan pangan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masih menjadi tantangan utama di desa. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk melakukan urbanisasi besar-besaran, yang dikhawatirkan akan mengakibatkan desa-desa kosong seperti yang terjadi di Jepang, di mana hanya 7% penduduknya tinggal di desa.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong kebangkitan desa melalui konsep “Desa Merah Putih”, yakni sistem koperasi desa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Koperasi ini mencakup layanan apotek, kesehatan, serta distribusi pupuk dan logistik dari produsen, dengan prinsip transparansi dan antikorupsi.

Kepemimpinan Desa Jadi Kunci Pemerataan

Dr. Afif juga menyoroti pentingnya kepemimpinan desa yang adil dan visioner dalam pengelolaan dana desa, yang anggarannya bisa mencapai Rp76 triliun per tahun. Sayangnya, banyak kepala desa masih belum memiliki pemahaman maksimal dalam mengelola dana maupun potensi desa.

Ia menekankan perlunya pemimpin desa memiliki visi, misi, serta keterbukaan terhadap pengawasan lembaga seperti kejaksaan dan kepolisian, demi transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan.

Asta Cita dan Pembangunan Berkelanjutan

Menurut Dr. Afif, salah satu butir Asta Cita adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa. Dalam konteks ini, dana desa harus dimanfaatkan untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk alokasi 20 persen dana untuk ketahanan pangan.

Pembangunan desa juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, HAM, dan keamanan desa agar tidak tercerabut dari akar budaya dan identitas lokal.

Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Desa

Sebagai penutup, Dr. Afif mengajak perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa. Ia berharap setiap universitas memiliki desa binaan untuk membantu menyelesaikan persoalan kemiskinan dan mengembangkan potensi lokal.

“Desa harus tetap mempertahankan adat, budaya, dan tradisinya. Pembangunan tidak boleh menggerus identitas lokal,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan pembangunan desa tidak hanya merata, tetapi juga berkelanjutan dan berkeadilan sosial sesuai dengan semangat Asta Cita.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT