FGD : Kajian Evaluasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Kamis, 21/11/2024 Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menggelar focus group discussion tentang Kajian Evaluasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, bertempat di hotel alana Kota Surabaya.
Hadir dalam agenda FGD kali ini sebagai perwakilan Sekolah Pascasarjana UNAIR, Dr. Hariyono, M.Kep, Dr. Hijrah Saputra, ST., M.Sc. Dr. Wahyu Aditama Putra Mukti Wibawa, SE., M.Si
Dalam acara ini tim pendampingan ekonomi pasca erupsi gunung semeru, lumajang mendapat apresiasi dari BNPB karena dinilai berhasil meningkatkan taraf ekonomi masyarakat terdampak di bumi semeru damai, Lumajang.
Sekolah Pascasarjana sejalan dengan visi nya mengembangkan kepemimpinan transformatif yang membawa dampak bagi dunia lebih baik menempatkan diri bahwa pendidikan tinggi tidak hanya tentang gelar tapi harus mampu menciptakan solusi yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan, dan dalam peristiwa erupsi semeru SPS UNAIR menurunkan Prodi Magister Ekonomi Kesehatan dan Magister Manajemen Bencana.
Hal ini disampaikan juga oleh Kepala BNPB Pusat yang menjadikan upaya penanganan pasca bencana Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur sebagai percontohan bagi daerah-daerah lain.
“Ini menjadi catatan penting, menjadi pembelajaran, menjadi contoh untuk ditempat-tempat lain, karena penanganan pasca bencana untuk pembangunan fisik, penggantian rumah, pembangunan infrastruktur, fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak ada masalah selama ini,” kata Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kungker), di Kawasan Relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, pada bulan juni lalu.
Ditambahkan, sampai saat ini, sudah ada 1.927 KK penyintas erupsi Semeru yang telah menempati hunian di kawasan relokasi BSD.
“Semula ada 1.951 KK, tetapi perkembangannya sampai hari ini, rumah yang sudah dihuni ada 1.927 unit, sehingga tinggal 27 unit rumah yang sedang proses pengisian, karena pengisiannya tidak bisa sekaligus, waktu itu beberapa tahap, karena disesuaikan dengan administrasi kependudukan,” ungkapnya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut juga terus tumbuh dan berkembang. Hal ini didasari dengan meningkatnya usaha peternakan kambing yang dikelola oleh masyarakat di kawasan relokasi.
“Disini ada peternakan domba yang dikelola oleh kelompok masyarakat, Alhamdulillah berjalan baik dan lancar. Semula kita menyiapkan 70 ekor kambing, sekarang belum sampai 2 tahun sudah 120 ekor,” jelasnya.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




