51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Belajar dari Balkan, Mahasiswa Pascasarjana UNAIR Perkuat Diplomasi Perlindungan Pekerja Migran

Kroasia, 8“10 September 2025 ” Isu minoritas, migrasi, dan keamanan menjadi sorotan utama dalam Konferensi Ilmiah Internasional ke-29 yang digelar di Kepulauan Brijuni, Kroasia. Forum akademik ini diprakarsai oleh Pusat Studi Internasional dan Keamanan, Fakultas Ilmu Politik Universitas Zagreb, menghadirkan akademisi, pakar, dan praktisi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ (UNAIR) diwakili oleh Budi Raharjo, mahasiswa Program Doktor (S3) Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Ia mempresentasikan riset bertajuk œPara-diplomacy in the Protection of Indonesian Migrant Workers (PMI): A Study on Policy of the Province of East Java yang merupakan kolaborasi bersama Arie Fitria dari Universitas Lampung.

Menggali Inspirasi dari Kawasan Balkan

Budi menuturkan, keikutsertaannya tidak hanya untuk mempresentasikan makalah, tetapi juga membangun jejaring dan memperluas pemahaman lintas budaya. œSaya berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara, khususnya dari kawasan Balkan. Ini membuka perspektif baru tentang bagaimana negara-negara di sana menghadapi isu-isu yang mirip dengan Indonesia, ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengalaman sejarah perpecahan Yugoslavia dan konflik etnis-agama di kawasan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia.
œBerkaca dari perpecahan Yugoslavia, kita patut bersyukur bahwa Indonesia tetap utuh dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Terdiri dari berbagai etnis dan bahasa, kita tetap mampu mempertahankan NKRI, jelas Budi.

Menurutnya, keberagaman Indonesia harus terus dirawat melalui komunikasi yang sehat, kepercayaan antarkelompok, serta pembangunan yang merata untuk kesejahteraan bersama.

Summer School: Menyatukan Asia Tenggara dan Eropa Tenggara

Selain konferensi, Budi juga mengikuti Seventh Joint Summer School bertema œConnecting Southeast Asia and Southeast Europe: Security, Migration, and Democratic Challenges di Universitas Zagreb. Kegiatan ini memperkuat pemahaman bahwa Asia Tenggara dan Eropa Tenggara menghadapi tantangan serupa, khususnya dalam hal migrasi, demokrasi, dan keamanan.

Menyemai Kolaborasi Akademik dan Kesempatan Kerja

Partisipasi UNAIR di forum ini membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Zagreb. Budi menyebut, komunikasi awal telah terjalin meski belum ada tindak lanjut resmi dari UNAIR. Salah satu rencana konkret adalah penelitian bersama terkait peluang penempatan pekerja migran semi-terampil Indonesia di Kroasia, terutama di sektor perhotelan dan konstruksi. Hal ini sejalan dengan dibukanya Konsulat Kroasia di Indonesia pada Mei 2025.

Budi juga menegaskan bahwa pengalaman di Kroasia menambah wawasan akademik sekaligus melatih kemampuan adaptasi budaya dan etos kerja. œKolaborasi ini adalah jembatan untuk membangun people to people understanding serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di bidang akademik, sosial, ekonomi, dan budaya, pungkasnya.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT