UNAIR NEWS – Direktorat Kemahasiswaan 51动漫 (UNAIR) sukses menggelar Camp School of Mawapres (SOM) selama tiga hari. Mulai dari Jumat (25/4/2025) hingga Minggu (27/4/2025). Acara yang bertujuan untuk mempersiapkan calon mahasiswa berprestasi ini bertempat di Arayanna Hotel yang berlokasi di Trawas, Mojokerto.
Kegiatan Camp SOM diikuti oleh 20 finalis dari jenjang sarjana dan 10 finalis dari jenjang diploma. Para calon pemimpin masa depan ini menjalani penggemblengan yang komprehensif. Meliputi penguatan kemampuan berbahasa Inggris, pendalaman capaian unggulan, serta pematangan presentasi produk inovatif dan gagasan kreatif.
Rangkaian Camp SOM
Hari pertama Camp SOM dibuka oleh Garuda Sakti UNAIR. Acara berlanjut dengan sambutan hangat dari Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA drh yang memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh finalis.
Sesi berikutnya, fokus kegiatan beralih pada persiapan presentasi produk inovatif dan gagasan kreatif. Faisal Fikri drh M Vet hadir sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan awal mengenai esensi inovasi dan kreativitas dalam konteks menyusun produk inovatif dan gagasan kreatif.
Faisal Fikri juga memberikan arahan penting dalam proses pembuatan produk inovatif dan gagasan kreatif. 淯rgensi pada gagasan atau produk adalah yang harus ditekankan dalam pembuatan. Jangan menggunakan kata banyak, sedang, dingin, panas, tetapi gunakan satuan yang dapat terukur dalam data, seperti meter, derajat, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fikri menyoroti pentingnya mencantumkan data faktual yang kuat dan memberikan dampak. “Penting untuk mencantumkan data faktual yang menggemparkan. Bisa dilakukan dengan melakukan framing data,” sarannya. Framing data di sini merujuk pada cara menyajikan data untuk menyoroti aspek tertentu yang mendukung urgensi atau keunggulan produk atau gagasan.
Asah Kemampuan Bahasa
Pada hari kedua adalah sesi roleplay bahasa Inggris. Yuni Sari Amalis SS MA Ph D selaku juri bahasa Inggris turut memberikan arahan pada para finalis. Dalam arahannya, Yuni menekankan bahwa setiap interaksi adalah bagian dari proses belajar.
“Semua adalah proses belajar. Jika kamu tidak percaya dengan kemampuan bahasa Inggrismu, tata bahasamu untuk saat ini, percayalah, lakukan, dan bicaralah saja,” ujar Yuni. Ia menambahkan bahwa hal terpenting adalah keberanian untuk menyampaikan dan mencoba terlebih dahulu.
Lebih lanjut, Yuni berbagi kiat untuk mengatasi rasa gugup sebelum tampil. Mengacu pada pengalamannya saat menempuh sidang tesis, ia menyarankan untuk melakukan aktivitas yang menenangkan pikiran. “Kalau kamu deg-degan sebelum mulai tampil, lakukan hal yang membuat kamu tenang. Misalnya, kalau saya diajari dosen saya dahulu, saya mendengarkan musik sebelum melakukan sidang tesis,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari yang meliputi tahap evaluasi dan penutup telah usai. Pada hari terakhir, , menyampaikan apresiasi kepada 30 peserta terbaik yang terdiri dari 20 lulusan sarjana dan 10 lulusan diploma. “Kalian semua sudah hebat di tahap ini. Ide kalian bagus sekali. Tetap semangat melanjutkan perjuangan dan harumkan kembali nama almamater di kancah nasional, tuturnya.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





