n

51动漫

51动漫 Official Website

Terlambat Kuliah, Tak Halangi Cum Laude dan Raih Predikat Wisudawan Terbaik S1 FK

Desain: Feri Fenoria Rifai

UNAIR NEWS Lulusan S1 Fakultas Kedokteran 51动漫 ini tampak tak percaya ketika mendengar namanya disebut sebagai salah seorang wisudawan terbaik. Kendati demikian, Disma mengaku bersyukur.

Kerja kerasnya selama menempuh studi di prodi paling bergengsi tersebut akhirnya berbuah manis. Meski terhitung tidak lulus tepat waktu, nyatanya, itu tak menghalangi Disma untuk mengantongi predikat Cum Laude.

淪aya sebenarnya merasa tidak pantas dengan sebutan 榤ahasiswa terbaik. Sebab, studi saya tergolong terlambat satu semester. Tapi, saya bersyukur selama satu semester ini banyak yang saya pelajari, ujarnya.

漇aya dapat mengerti sisi kehidupan yang belum pernah saya alami sebelumnya. Saya belajar tentang diri-sendiri dan belajar meringankan beban orang lain, tambah Disma.

Dalam skripsinya yang berjudul Hubungan Stres, Strategi Coping, dan Kualitas Hidup Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran 51动漫 pada Tahun Ajaran 2017/2018, Disma melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stres yang dialami mahasiswa dengan cara mengatasi stres yang disebut sebagai strategi coping. Melalui penelitiannya tersebut, keterlambatan Disma dalam menyelesaikan studi pun terbayar lunas dengan perolehan IPK 3,61.

Selama kuliah, pria yang memiliki hobi surfing itu termasuk mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi. Di antaranya, AMSA (Asian Medical Students Association), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat Kedokteran Airlangga, SNSC (Surabaya Neuroscience Club), dan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) cabang Surabaya. Selain itu, Disma sempat tergabung dalam grup paduan suara Fakultas Kedokteran (MedChoir) dan grup acapella bersama teman-temannya.

Sibuk berorganisasi dan menekuni hobi, tak lantas membuat Disma melupakan prestasi. Disma pernah tercatat sebagai delegasi UNAIR yang berhasil menjadi Top 40 Finalist dalam 14th IMSPQ (Inter-Medical School Physiology Quiz) pada 2016.

Kini di tengah kesibukannya menjalani studi profesi dokter, Disma ingin kelak dapat melanjutkan studi ke jenjang magister atau spesialis. Bagi dia, pendidikan merupakan kesempatan berharga yang tidak boleh disia-siakan.

漈idak semua orang dapat merasakan kuliah dan butuh perjuangan lebih untuk bisa kuliah. Hargai perjuangan tersebut sebagai amanah. Jangan membuang waktu dengan kegiatan yang sia-sia, terus menimba ilmu. Terutama ilmu agama sebagai bekal kehidupan nanti. Banyak berdoa, tetap semangat dan nikmati setiap lika-liku di perkuliahan, tuturnya. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT