UNAIR NEWS – Perayaan Dies Natalis Fakultas Imu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 51动漫 ke- 40 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni tetap menggelar Soetandyo Award and Scholarship. Acara yang diselenggarakan di Aula Soetandyo di Gedung C kampus FISIP UNAIR itu berlangsung, Kamis (7/12) kemarin.
Acara yang terinspirasi dari kiprah almarhumProf.Dr. Soetandyo Wignjosoebroto itu dibuka langsung oleh Dekan FISIP UNAIRDr. Falih Suaedi, M.Si. Dalam sambutannya, Falih mengatakan bahwa Soetandyo Award and Scholarship merupakan realisasi dari kepedulian terhadap pendidikan dan kemiskinan.
淎cara ini merupakan realisasi dari kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kemiskinan. Semoga tahun depan kita dapat melakukan berbagai perbaikan sehingga acara yang semakin penting ini bisa berjalan dengan baik dan roh perjuangan Prof. Soetandyo dapat kita kenang selalu, ujar Falih.
Ada lima belas perserta baik sarjana maupun magister dari seluruh Indonesia yang berhasil lolos dan mendapat scholarship. Ke lima belas peserta tersebut diantaranya adalah Faris Widyatmoko (S2 Kebijakan Publik UNAIR), M. Yasin Raya (S2 Ilmu Hukum UNHAS), Sifa Aulia (S1 Ilmu Administrasi UI), Zahirna Arum Nabila (S1 Ilmu Komunikasi UNAIR), Zuhairiyah (S1 Sosiologi Uniersitas Trunojoyo), dan M. Asharudin Firdaus (S1 Kesehatan Sosial UIN Sunan Kalijaga).
Salah satu penerima scholarship M. Asharudin Firdaus mengatakan bahwa dirinya melakukan tesis berawal dari hobinya. Tidak ada niatan memilih topik tersebut agar dapat mengikuti Soetandyo Award.
淜etika melakukan penelitian saya tidak tahu kalau ada ajang Soetandyo Award ini. Kebetulan saya meneliti seni pertunjukan teater untuk tuna grahita. Saya memilih topik ini sesuai dengan hobi saya. Jadi saya menyoroti keberfungsian seni tersebut dapat berguna bagi masyarakat luas. Saya bersyukur ternyata topik saya dapat mengantarkan saya berada disini, tutur mahasiswa asal Yogyakarta tersebut.
Selain 15 mahasiswa peraih beasiswa, ada satu orang mendapat award kali ini. Ialah Esti Susanti Hudiono, M.Si., seorang aktivis perempuan dan general secretary komunitas AIDS Indonesia.
淪isa hidup saya akan saya perjuangkan untuk perdamaian Indonesia. Saya bangga menjadi bagia dari FISIP UNAIR. Sebenarnya hidup saya telah saya dedikasikan untuk Tuhan, tetapi penghargaan ini membuat saya merasa punya rumah kembali. Penghargaan ini merupakan penegasan kepada saya dan saya harus mempertanggungjawabkannya, tutur Esti.
Penulis : Pradita Desyanti
Editor : Nuri Hermawan





