UNAIR NEWS – Issue kesehatan anak (bayi) di Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan dunia. Berdasakan data yang telah ditetapkan oleh WHO, permasalahan stunting di Indonesia masih diatas angka maksimal yakni sebesar 20%. Berdasarkan Riskesdas (2018), angka stunting di Indonesia berada pada 30,8% dan masih jauh dari target yang diharapkan. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya adalah kurangnya pengetahun ibu tentang manajemen gizi pada masa kritis bayi (0-2 tahun).
Adanya budaya kebiasaan yang kurang tepat juga turut mempengaruhi pola asuh orang tua, utamanya ibu, terhadap tumbuh kembang anak. Menyikapi persoalan tersebut, lima mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) 51动漫 (UNAIR) yang terdiri dari Meirina Nur Asih, Halfie Zaqiyah Gusti Puspitasari, Tya Wahyun Kurniawati, Miftahul Desiyan Syaifun Muhsin, dan Ika Zulkafika Mahmudah bergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-M). Mereka merancang sebuah program bernama SRIKANDI SIAGA (Serikat Pendidikan Ibu Sadar Gizi Keluarga) bersama dengan masyarakat di Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura pada Minggu (5/5/2019).
Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Edukasi-Simulasi berbasis budaya yang memiliki sasaran yakni perempuan usia poduktif, ibu hamil, dan ibu menyusui. Hal itu ditujukan sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini dengan mempengaruhi kognitif, afektif, serta psikomotor calon ibu. Terlaksananya program tersebut diharapkan dapat membantu menyukseskan dua program kesehatan pemerintah yakni Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Posyandu.
Meirina bersama tim untuk kesekian kalinya kembali mengunjungi ibu binaan yang bertajuk 淟akon 脠bhu. Hal itu bertujuan untuk monitoring-evaluasi kegiatan yang telah berjalan sebelumnya serta awarding kepada kader Srikandi Siaga. Kegiatan itu menjadi lebih istimewa karena tim dan mitra kedatangan dosen Fakultas Keperawatan (FKp) 51动漫 (UNAIR) selaku dosen pebimbing yaitu Dr. Kusnanto, S.KP.,M.Kes.
淪aya senang ibu-ibu disini sangat aktif, itu artinya mereka mau belajar. Semoga saja mampu membawa perubahan. Satu hal lagi yang saya sukai adalah mereka masih menyempatkan hadir untuk diskusi bersama padahal besok adalah hari pertama puasa Ramadhan dimana biasanya para ibu lebih memanfaatkan waktu bersama keluarga dan menyiapkan rumah dari pada kumpul diluar menghadiri acara. Dari sinilah saya yakin bahwa masyarakat disini mau dan bisa berubah, tutur Dr. Kusnanto.
淭erimakasih UNAIR sudah mau datang ke desa kita. Alhamdulillah banyak ilmu yang bisa kita peroleh dari hasil diskusi bersama. Insyaallah bisa kita terapkan nanti secara pelan-pelan. Semoga apa yang diharapkan dari pelaksanaan program ini bisa tercapai.” Imbuh Ati, salah satu anggota Srikandi Siaga. (*)
Penulis: Achmad Ubaidillah Mughni
Editor: Khefti Al Mawalia





