51动漫

51动漫 Official Website

Aasim Ahmad Khan, Alumnus UNAIR Asal Pakistan Ukir Karier di Industri Kreatif Saudi Arabia

Aasim Ahmad Khan putra dari Dr Sirlbiland Khan, alumnus UNAIR asal Pakistan yang kini berkarier di Industri Kreatif Saudi Arabia
Aasim Ahmad Khan putra dari Dr Sirlbiland Khan, alumnus UNAIR asal Pakistan yang kini berkarier di Industri Kreatif Saudi Arabia (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS Ketertarikan Aasim Ahmad Khan putra dari Dr Sirlbiland Khan pada dunia visual bermula dari desain grafis yang ia kembangkan menjadi gambar bergerak. Alumnus UNAIR asal Pakistan itu menyadari bahwa karya kreatif tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan strategi, riset, serta komunikasi yang tepat agar mampu memberi dampak. Pemahaman tersebut kemudian ia perdalam saat menempuh Magister Media dan Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik () 51动漫 (UNAIR). Kini, alumnus FISIP UNAIR itu telah berkarier sebagai Graphic Specialist di Muhima Digital, Arab Saudi.

Aasim memiliki latar belakang akademik sekaligus pengalaman profesional di bidang media kreatif. 淪aya memiliki pengalaman di bidang visual communication, filmmaking, photography, dan design. Selain itu, Saya juga punya beberapa pengalaman profesional di content production, branding, serta creative media works, ujarnya.

Aasim memilih program Magister Media dan Komunikasi FISIP UNAIR karena ingin memperdalam pemahaman akademiknya. 淪aya ingin memperdalam media communication strategies dan research-based analysis. Programnya sesuai dengan minat saya di modern communication dan media development, jelasnya.

Sebagai mahasiswa internasional asal Pakistan, ia mengaku memiliki kesan pertama yang sangat positif terhadap Indonesia dan UNAIR. Lingkungan kampus yang ramah, budaya yang beragam, serta dosen dan mahasiswa yang suportif memudahkannya beradaptasi. 淜elas dan diskusi interaktif bersama para dosen, seperti Prof Dr Ratih Puspa, Dr Irfan Wahyudi, Dr Yuyun Wahyu Izzati, Prof Dra Rachmah Ida, Prof Titik, and Dr Suko Widodo, Mas Arry, sangat bermakna bagi saya. Saya juga sangat berterima kasih kepada teman-teman sekelas yang telah mendukung saya selama masa studi meskipun ada kendala bahasa, Mas Lukman, Mr Fawaid, Mas Bayu, Zahra, Rahma, Radifa, Onisca Vazaha, and Alfina, terima kasih, tuturnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan untuk Aasim adalah program cultural exchange di Semarang yang difasilitasi Airlangga Global Engagement (AGE). Di sana, ia berkesempatan untuk berdiskusi dengan beberapa mahasiswa dari berbagai negara dan bisa lebih mengeksplor tentang pertukaran budaya antar negara.

Aasim mengangkat tesis berjudul Navigating Public Relations Practices in Pakistani Startups: Key Insights, Challenges, and Localized Strategic Approaches. Penelitian itu membahas bagaimana startup di Pakistan menjalankan praktik public relations, tantangan yang mereka hadapi, serta pendekatan strategi yang sesuai dengan konteks lokal. 淩iset tesis tersebut mengubah mindset saya dari yang awalnya hanya fokus pada creative work menjadi lebih strategis dan analitis, ujarnya.

Melalui penelitian tersebut, ia memahami bahwa membangun kepercayaan publik dan reputasi merek tidak cukup hanya dengan visual yang menarik. Perlu pemahaman tentang perilaku audiens, tantangan media, serta tujuan komunikasi yang jelas dan terukur.

Pengalamannya secara akademik di kelas kelas interaktif FISIP UNAIR juga turut membantu memperkuat kemampuannya dalam menyusun pesan, merancang kampanye, serta berpikir berbasis riset. Ia mengaku diskusi yang ia lakukan dengan dosen dan teman teman lintas negara turut membentuk perspektif baru secara global.

Menariknya, peluang kerja di Arab Saudi tidak ia dapatkan secara kebetulan. Ia melakukan riset pasar secara spesifik, menargetkan daerah Riyadh, mengidentifikasi perusahaan, lalu menghubungi pimpinan perusahaan melalui LinkedIn dengan mengirimkan portofolio. 淔okus pada tujuan, lakukan banyak riset, dan berani dalam mengambil keputusan, tuturnya.

Bagi Aasim, mahasiswa yang ingin berkarier internasional perlu memadukan keterampilan teknis dan kemampuan adaptasi lintas budaya. Portofolio yang kuat, pengalaman praktis, serta jejaring profesional menjadi kunci untuk bersaing di pasar global.

Aasim juga turut menyampaikan apresiasinya kepada AGE yang memberinya kesempatan untuk melanjutkan studi magister di media dan komunikas. Ia juga berharap dapat memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi doktoral di UNAIR.

Penulis: Tsabita Nuha Zahidah

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT