UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan () bersama Kementerian Luar Negeri Republik dan Indonesia Asia-Europe Foundation (ASEF) berhasil menggelar Asia-Europe Meeting (ASEM) Day 2026. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan kegiatan Sustainability Retreat pada Kamis (23/4/2026) di Eco-Tourism Mangrove Wonorejo dengan mengusung tema One Planet, Infinite Responsibility: Igniting Water, Climate, and Ecosystem Action for the Future We Share.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sekaligus memperkuat kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan. Sebelumnya, rangkaian ASEM Day telah menghadirkan talkshow dan sesi tukar pendapat di Kampus MERR-C UNAIR yang melibatkan para pakar dan pegiat di bidang lingkungan.
Dorong Kesadaran Lingkungan
Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa, Erma Rheindrayani Siswowaluyo, menyampaikan bahwa ASEM Day 2026 menjadi manifestasi dalam mendorong kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan, termasuk isu zero waste. Menurutnya, pengelolaan limbah yang tepat tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi dan pembangunan.

Pengelolaan lingkungan, khususnya limbah, saat ini telah memanfaatkan pendekatan berbasis data dan teknologi. Di Surabaya, sistem pengolahan sampah berjalan melalui proses pemilahan di berbagai titik sebelum memasuki tahap pengolahan lanjutan. Limbah yang tidak dapat disortir kemudian diolah menggunakan teknologi gasification power plant untuk menghasilkan energi.
Ia berharap kegiatan seperti ASEM Day mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya secara bijak. 淜ita perlu terus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk memastikan keberlanjutan di masa mendatang, ujarnya.
Eksplorasi Kawasan Mangrove
Dalam sesi Sustainability Retreat, peserta menempuh perjalanan menggunakan perahu menuju kawasan konservasi mangrove. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk mengenal dan memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir melalui interaksi langsung dengan lingkungan mangrove.
Selama kegiatan, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai peran mangrove dalam menyerap karbon serta menjaga keseimbangan lingkungan. Mangrove berfungsi sebagai benteng alami pesisir dari abrasi, penyimpan karbon untuk mitigasi perubahan iklim, serta habitat bagi berbagai biota laut dan sumber mata pencaharian masyarakat lokal.
Selain itu, peserta juga mempelajari teknik penanaman mangrove yang tepat dan terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove sebagai bagian dari upaya konservasi. Melalui praktik tersebut, peserta berpartisipasi langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, UNAIR berharap peserta memperoleh pengetahuan dan terdorong untuk berkontribusi secara aktif dalam menjaga lingkungan. ASEM Day mempertegas komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





