51动漫

51动漫 Official Website

Adakah Perbedaan Faktor yang Menyebabkan Stunting Balita di Wilayah Urban-Rural?

IL by Republika

Stunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia. Dampak yang timbul akibat stunting, diantaranya penurunan kecerdasan (IQ), risiko penyakit tidak menular, penurunan produktivitas, hingga hilangnya kesempatan kerja yang berdampak pada status ekonomi. Stunting merupakan salah satu kondisi kurangnya asupan gizi pada anak yang termasuk dalam kategori malnutrisi kronik. Banyak faktor yang dapat menyebabkan stunting, seperti kurangnya pengetahuan ibu dan tidak adanya praktik ASI eksklusif pada anak.

ASI eksklusif merupakan makanan utama yang dikonsumsi bayi sejak baru lahir hingga berusia 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif menunjang pertumbuhan dan pekembangan bayi yang optimal. Kandungan yang terdapat dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, sehingga praktik ASI eksklusif menjadi salah satu upaya pencegahan pada bayi agar terhindar dari permasalahan kurang gizi. Selain itu, pengetahuan ibu juga berperan penting dalam perilaku ibu terhadap bayi. Pengetahuan ibu yang baik tentang kesehatan gizi pada bayi memicu ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif karena satu dan lain hal dapat mencari informasi untuk melakukan pencegahan terhadap permasalahan kurang gizi, seperti stunting sejak dini.

Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional yang dilakukan di empat desa atau kelurahan di bawah wilayah kerja Puskesmas Candi pada 111 ibu. Wilayah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu wilayah urban dan wilayah rural. Identifikasi penelitian terfokus pada perbedaan pengetahuan ibu dan praktik ASI eksklusif sebagai variabel bebas dan stunting balita sebagai variabel terikat. Peneliti melihat pengetahuan ibu dan praktik ASI melalui kuisioner terkait karakteristik ibu dan anak, pengetahuan gizi dan riwayat ASI eksklusif yang berisi 20 pertanyaan pilihan ganda dengan klasifikasi penilaian, yaitu skor 5 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Data stunting balita didapatkan dari pengukuran panjang/tinggi badan yang diinterpretasikan berdasarkan nilai z-skor panjang/tinggi badan menurut usia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan gizi serta praktik ASI eksklusif antara wilayah urban dan rural. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pendidikan ibu di wilayah urban dan rural. Tingkat pendidikan ibu pada wilayah urban lebih tinggi dibanding wilayah rural. Kemungkinan hal tersebut dikarenakan mudahnya akses pendidikan di wilayah urban. Ibu yang bekerja memiliki kecenderungan untuk kurang memantau pemberian ASI eksklusif secara langsung pada anaknya, sedangkan ibu yang tidak bekerja cenderung dapat melakukan pemantauan secara intens terhadap anaknya secara langsung. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, yaitu ketersediaan waktu, kesibukan, hari libur yang minim, tuntutan ekonomi serta sarana dan prasarana. Berdasarkan analisis antar wilayah urban-rural, terdapat hubungan yang signifikan terhadap tipologi dengan stunting. Hasil terhadap prevalensi berat lahir, panjang lahir rendah, serta ASI eksklusif lebih banyak di wilayah urban. Kondisi berat badan dan panjang badan lahir merupakan salah satu indikator kecukupan gizi pada saat masa kehamilan dan merupakan prediktor penting ukuran tubuh anak pada fase pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya Hal ini menunjukkan bahwa kejadian stunting saling terkait antar faktor.

Popualr article writer: Maris Mumtaza

Author: Qonita Rachmah, Nabilla Rachmah, Maris Mumtaza, Khoridah Annabila

Detailed information from this research can be seen in our article at:

AKSES CEPAT