UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) berhasil memenangkan lomba kepenulisan hingga menerbitkan sejumlah karya sastra. Jovita Athallah mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR. Ia telah berhasil menerbitkan 9 novel dan 5 antologi cerita pendek (cerpen). Pada bulan April 2026, berhasil meraih juara ketiga dalam penulisan event menulis 25 hari bersama penerbit Samudera Printing dengan novel berjudul Be Quiet, Please.
Awal Mula Dunia Kepenulisan
Perjalanan Jovita bermula sejak masa kecil. Ia mengaku telah akrab dengan buku-buku cerita rakyat dan fabel. Kebiasaan membaca tersebut kemudian mendorongnya untuk menciptakan karya sendiri mulai dari menulis, menggambar, hingga mewarnai. Hasil tersebut dijilid dan dicetak menjadi sebuah buku kecil. Titik balik sebenarnya datang ketika pandemi COVID-19, Ia mulai menulis secara serius dan menerbitkan lewat aplikasi Wattpad karena pemberlakuan pembatasan. Kemudian, ia bergabung dengan komunitas kepenulisan yang memberinya ruang untuk meningkatkan keahlian tersebut. Baginya, menulis tidak sekadar hobi melainkan cara untuk mengekspresikan hidup. 淎ku merasa ketika aku menciptakan tokoh-tokoh itu, aku punya dunia sendiri. Di mana aku bisa mengatur kehidupan mereka sesuai dengan kehidupan yang aku inginkan, ungkap Jovita.
Produktivitas Jovita terus berlanjut hingga ke jenjang perguruan tinggi. Di tengah kesibukan perkuliahan, ia tetap membagi waktu secara ketat agar tujuan penulisan tercapai. Pembagian tersebut dilakukan dengan cara pada pagi hari hingga pukul 21.00 difokuskan pada urusan akademik, lalu setelah itu fokus ke kepenulisan. Namun, ketika terdapat waktu senggang kebiasaan menulis tetap dilakukan untuk 渕enabung bab agar tidak tertinggal event kepenulisan.

Tantangan Hingga Pesan
Meskipun telah menjadi kebiasaan, hobi menulis tersebut tetap memiliki hambatan tersendiri. Ia pernah kehilangan seluruh naskah yang telah ia revisi karena terdapat kerusakan pada laptopnya. Karena sudah terdapat kontrak dengan penerbit, ia harus menulis kembali novel tersebut dengan jumlah kata 48.000. Pengalaman tersebut adalah pengalaman tak terlupakan selama menulis. 淢au tidak mau aku menulis lagi dari nol sampai ending. Menulis selama 4 hari berturut-turut itu rekor terbesar aku menulis, ujar Jovita
Kepada mahasiswa UNAIR yang ingin memulai menulis, Jovita berpesan untuk terus menulis tanpa berhenti ditengah jalan. Ia menyarankan untuk melakukan penulisan outline agar cerita sudah terpetakan dan meminimalisir risiko writer檚 block. Menulis minimal satu bab tetapi setiap hari adalah kunci agar naskah tidak terbengkalai.
Kini, Jovita tengah menyiapkan novel bergenre romansa remaja dan keluarga. Menceritakan kehidupan tiga bersaudara yang penuh dinamika persekolahan, percintaan, hingga generasi sandwich. Karya tersebut adalah target satu tahun satu buku. Dengan ambisi tersebut, Jovita berharap karyanya dapat terkenal hingga diangkat ke layar lebar.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





