51动漫

51动漫 Official Website

WUACD Dorong Inisiatif Waste to Wealth dan Aksi Perubahan Iklim

Kepala DLHK Sidoarjo, Dr Moh Bahrul Amig SSos MM saat memberi sambutan mewakili Bupati Sidoarjo (Foto: Dok. Penulis)

UNAIR NEWS – Darurat sampah di Indonesia telah menjadi perhatian berbagai pihak. Mulai dari akademisi, peneliti, bahkan masyarakat yang secara perlahan bergerak sadar untuk mengelola sampah demi tercapainya keberlanjutan lingkungan hidup. Di tengah ancaman darurat sampah nasional, World University Association for Community Development () yang berpusat di 51动漫 (UNAIR), mempertegas komitmen internasionalnya melalui penguatan sinergi global dalam aksi Waste to Wealth yang berpusat di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Langkah proaktif ini mendapat apresiasi perwakilan Bupati Sidoarjo, yakni Kepala DLHK Sidoarjo Dr Moh Bahrul Amig SSos MM. Ia menegaskan komitmen Sidoarjo dalam mengelola 209 TPS dan sistem sanitary landfill demi keberlanjutan lingkungan hidup jangka panjang.

淜ami tidak pernah main-main dengan persoalan sampah rumah tangga. Sinergi dengan para akademisi ini diharapkan menghasilkan pemikiran strategis jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk keberlanjutan lingkungan kita, ujarnya. 

Inovasi Waste to Wealth dan Keberlanjutan

Sekretaris Eksekutif WUACD, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi menekankan pada keberlanjutan program Equity yang bekerja sama dengan pemerintah. Program ini mengedepankan prinsip Waste to Wealth yang mengolah limbah dengan teknologi menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kolaborasi kami tidak sebatas mitra universitas, tetapi kami juga memperluas kolaborasi menggunakan multi-heliks. Sehingga tidak hanya universitas ke universitas atau asosiasi ke anggota universitas tetapi juga asosiasi ke asosiasi. Sehingga kami juga berkolaborasi dengan WASD di  Inggris, ungkapnya.

Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi saat memaparkan materi (Foto: Dok. Penulis)

Konsep Waste to Wealth ini didukung oleh lima aspek rumusan Waste Management Ladder. Kelimatnya mencakup teknis, regulasi, institusional, pembiayaan (budgeting), serta partisipasi masyarakat (participatory). Hal ini turut menjadi perhatian Kepala DLHK Sidoarjo yang menyoroti aspek partisipasi masyarakat sebagai kunci keberhasilan.

Sejalan dengan hal tersebut, upaya lokal di Sidoarjo ini merupakan perwujudan visi global WUACD di bawah kepemimpinan Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dan Warek RICD Prof M Miftahussurur dr MKes SpPD KGEH PhD. Kolaborasi ini melibatkan mitra internasional yang luas. Mulai dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Griffith University Australia, hingga mitra dari Afrika dan Pakistan.

Dedikasi dan kontribusi nyata WUACD mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Pada tahun 2024, WUACD menerima penghargaan prestisius dari World Association for Sustainable Development (WASD) dalam sebuah upacara yang terselenggara di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jenewa. 

Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi asosiasi dalam memberikan dampak bagi masyarakat global. Sebagai penutup, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi berharap bahwa apresiasi kepada WUACD menjadi pemicu semangat bagi seluruh anggota untuk terus memberikan jangkauan kolaborasi luas dan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan hidup. 

淭entunya, tanpa kontribusi dan kemitraan dari seluruh pihak, kita tidak akan bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat maupun memberikan dampak nyata bagi masyarakat, komunitas, serta negara Indonesia, pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah P. I

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT