UNAIR NEWS Kuliah tamu di bidang neuroscience yang dihadiri profesor asal Jepang, Kamis (27/4), diminati banyak sivitas akademika 51动漫. Bertempat di Aula Kahuripan, kuliah tamu bertema Recent Advances on Neuroscience dihadiri kurang lebih seratus mahasiswa magister dan doktor, pimpinan, dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Sains dan Teknologi.
Dalam pembukaan kuliah tamu, Wakil Rektor IV UNAIR Junaidi Khotib, Ph.D, mengajak para sivitas akademika untuk bertukar pengetahuan mengenai perkembangan terbaru di bidang ilmu saraf dengan Prof. Minoru Narita, Ph.D., pembiacara dalam kuliah tamu.
淏eliau datang kemari untuk sharing informasi mengenai neuroscience, membicarakan riset dan kalau bisa kita kolaborasi riset maupun lainnya, tutur Junaidi.
Dalam waktu tidak kurang dari satu jam, pengajar di Departemen Farmakologi Universitas Hoshi ini menyampaikan beberapa hal mengenai pusat penelitian ilmu hayati tingkat lanjut, inisiasi usaha baru terkait neuroscience, asosiasi L-Star yang bekerjasama untuk melakukan perkembangan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi di Jepaang, perubahan respon imun antitumor di limpa dan hubungan antara kondisi psikologis terhadap respon imun regulatif.
Peserta antusias berdiskusi dengan Minoru dalam sesi tanya jawab. Salah satu peserta dari FKG UNAIR, Saka, mengatakan bahwa riset yang dilakukan Minoru tak begitu berbeda dengan risetnya. Hal tersebut mendorong dirinya untuk bertanya mengenai teknik yang mampu meminimalkan mati rasa terkait neuromatic pain.
淧ertama, mengidentifikasi definisi neuromatic pain karena faktor penyebab inilah yang menjadi masalah utama selama bertahun-tahun. Kedua, periksa kemampuan dan kelebihan dosis setiap obat. Ketiga, membuat neuromatic pain-nya ini adalah pertanyaan yang sangat sulit. Saat ini, kami sedang berusaha menyelesaikan risetnya, tutur Minoru dalam jawabannya.
Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Defrina Sukma S





