51动漫

51动漫 Official Website

ADPRC-OHCC Ajak Peternak Paparkan Hasil Program One Health City

UNAIR NEWS – Dalam rangka menyebarkan informasi hasil pemberdayaan masyarakat dalam penerapan Konsep One Health menuju Smart Healthy City di Kota Surabaya, – One Health Collaborating Center (ADPRC-OHCC) menggelar kegiatan diseminasi hasil program One Health City pada Rabu (19/3/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Lembaga Penyakit Tropis, Kampus MERR-C, UNAIR. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh selaku Ketua Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC), Dr Corie Indria Prasasti SKM M Kes selaku Ketua Program One Health City, beserta stakeholder dan masyarakat peternak Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Prof Fedik menyatakan bahwa inti dari One Health adalah harmonisasi lingkungan, manusia, dan hewan termasuk di dalamnya konsep pemanfaatan limbah kotoran hewan. Konsep inilah yang mendasari Program One Health City di Kota Surabaya. 

淣yatanya masih ada limbah-limbah yang perlu digarap dan coba dieksplor nilai ekonominya seperti apa, jelasnya.

Prof Fedik juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para peternak yang telah ikut serta dalam kegiatan pemberdayaan ini. 淟uar biasa, tanpa partisipasi dari peternak kegiatan ini tidak akan bisa jalan, tegasnya.

Dr Corie menyatakan hasil pelatihan pengelolaan limbah kotoran hewan ternak yang telah dilaksanakan selama bulan Agustus hingga Desember 2024 menunjukkan bahwa limbah kotoran ternak seperti sapi dan ayam dapat memberikan nilai lebih. 淪udah bisa dilihat bahwa hasilnya nyata, bahwa itu dapat menjadi sumber energi yang juga bisa digunakan untuk memasak, ujarnya.

Limbah kotoran hewan, sambungnya, juga dapat menghasilkan pupuk kompos yang telah teruji kualitasnya. 淗asilnya bagus waktu kami uji laboratorium, walaupun ada perbedaan antara sapi dan ayam. Memang angkanya menunjukkan bahwa ayam lebih bagus, tetapi sapi juga bisa, jelasnya.

Dr Corie juga mengapresiasi para peternak yang berhasil mengembangkan beragam inovasi dari program pemberdayaan ini seperti pemanfaatan maggot untuk mengurai limbah kotoran hewan. 淪aya senang karena hanya diberi stimulan sedikit kreasinya macam-macam. Melihat hal baik ini, memang kami tidak bisa berhenti sampai di sini, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Soehendi Soebagio sebagai peternak sapi perah juga memaparkan berbagai kendala yang dialaminya. 淯ntuk menghasilkan biogas itu terkendala dengan iklim. Kalau di musim hujan ini hasil gas yang dihasilkan itu agak lambat dikarenakan biodigester yang dibuat dari PVC ini tidak bisa menyerap panas yang cukup. Sehingga saat musim hujan seperti ini sangat sulit untuk dihasilkan biogas, terangnya.

Ia menambahkan permasalahan lain yang dihadapi yaitu belum ada alat untuk memisahkan kotoran hewan. Ia berharap akan ada riset untuk mengembangkan alat tersebut. 淪emoga kedepannya bisa melanjutkan untuk risetnya, ujarnya.

Penulis: Septy Dwi Bahari Putri

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT