Rokok memberi dampak kesehatan baik bagi perokok maupun orang sekitar. Karenanya, perlu upaya pengendalian masalah rokok untuk membantu melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. Di Indonesia, pada tahun 2015 terdapat sekitar 54 juta perokok yang berusia di atas 10 tahun, yang terdiri dari 49,8 juta laki-laki dan 3,9 juta perempuan. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan prevalensi perokok terbesar di Indonesia. Data menunjukkan bahwa dari sebelas penyakit paling umum, tujuh di antaranya terkait dengan rokok, yaitu stroke, penyakit jantung iskemik, sirosis, penyakit paru obstruktif kronik, ISPA, penyakit jantung, hipertensi, dan kanker paru. Untuk mengurangi maraknya perilaku merokok, kita perlu mengadvokasi pemerintah daerah untuk menerbitkan dan memberlakukan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Tujuan dari Penelitian ini bertujuan untuk melakukan action research melalui advokasi dan komunikasi peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini melibatkan 12 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur Indonesia. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), one-on-one meeting, wawancara mendalam, public speaking, konferensi pers, dan pers rilis.
Hasil dari action research menunjukkan bahwa advokasi dan komunikasi yang intensif telah membuahkan hasil nyata. Advokasi dan komunikasi dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu tahun 2015 sampai tahun 2019. Hasilnya dari 12 kabupaten kota, ada delapan kabupaten/ kota di Jawa Timur yang merilis peraturan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan menerapkan peraturannya. Delapan Kabupaten Kota tersebut adalah Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lumajang, Kota Kediri, Kabupaten Madiun, dan Kota Batu. Ini membuktikan bahwa advokasi dan komunikasi memungkinkan untuk diterapkannya regulasi KTR di Jawa Timur.
Advokasi dan komunikasi yang intensif meningkatkan kesadaran pemerintah dan DPRD akan pentingnya regulasi kawasan tanpa rokok. Langkah ini akan berhasil jika dilakukan pertemuan rutin, diskusi, public speaking, konferensi pers, dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Penulis: Dr. Sri Widati.,S.Sos.,M.Si
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://e-journal.unair.ac.id/JAKI/article/view/39132
Sri Widati, Santi Martini, Kurnia Dwi Artanti, Hario Megatsari, Nicola Wiseman, Neil Harris. (2022). the The Advocacy and Communication of Smoke-Free Area Regulation in East Java, Indonesia
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia (JAKI) Vol. 10 No. 2 Desember Tahun 2022
DOI :





