Mikotoksin adalah metabolit sekunder dari jamur tertentu yang tumbuh pada bahan pakan. Mikotoksin dilaporkan menyebabkan kerugian ekonomi, penyakit pada ternak dan manusia, bahkan kematian. Lima mikotoksin, aflatoksin, fumonisin, okratoksin, trichothecene dan zearalenone dilaporkan berbahaya bagi tubuh. Aflatoksin dan okratoksin merupakan contoh mikotoksin yang tingkat toksisitasnya lebih tinggi dibandingkan yang lain. Aflatoksin dan okratoksin sering ditemukan bersama dalam biji-bijian dan menjadi penyebab kerusakan parah karena efek sinergisnya. Interaksi antara aflatoksin dan okratoksin memiliki efek sinergis berupa kematian, penurunan berat badan, konsumsi pakan, dan ptroduksi telur, terjadi kelainan embrio dan atrofi organ limfoid. Salah satu dari kekhawatiran utama adalah penurunan kekebalan di mana sistem kekebalan hewan melemah. Untuk mengobati mikotoksikosis diperlukan agen detoksifikasi mikotoksin.
Detoksifikasi mikotoksin adalah bahan yang dapat digunakan sebagai alternatif mengatasi kontaminasi mikotoksin pada pakan. Pendekatan alternatif untuk mengurangi paparan mikotoksin pada pakan ternak adalah untuk mengurangi bioavailabilitasnya dengan menggunakan detoksifikasi mikotoksin. Sejumlah strategi telah dilakukan dan dikembangkan untuk mengurangi pertumbuhan jamur mikotoksigenik dan produksi mikotoksin, detoksifikasi pakan yang terkontaminasi, dan menurunkan ketersediaan sistemik setelah mikotoksin tertelan oleh hewan. Detoksifikasi mikotoksin dapat diklasifikasikan menjadi dua subkategori: Agen penyerap atau pengikat toksin dan agen biotransformasi atau pengubah mikotoksin. Pengikatan aflatoksin dengan pengikat mikotoksin didasarkan pada prinsip polaritas, dimana polaritas negatif aflatoksin diikat oleh polaritas positif pengikat toksin sehingga toksin dapat dimobilisasi dan dikeluarkan dari tubuh hewan.
Berbeda dengan aflatoksin yang mempunyai molekul polar sifat yang dapat diobati dengan penyerap racun, okratoksin adalah molekul nonpolar. Sebuah alternatif strategi untuk menangani okratoksin dapat digunakan pengubah mikotoksin, yang dapat mengubah molekul struktural mikotoksin menjadi kurang toksik atau tidak toksik metabolit.
Ulasan ini menjelaskan pengaruh detoxifikasi mikotoxin pada profil darah ayam pedaging yang diberi pakan terkontaminasi mikotoksin, seperti jumlah heterofil, limfosit, monosit, mean corpuscular hemoglobin (MHC), dan MCH konsentrasi (MCHC).
Penulis: Prof Erma Safitri
Link:





