UNAIR NEWS atau AHPC UNAIR menggelar edukasi terkait Happy & Healthy Life Balance (H2LB) sekaligus Launching club. Acara tersebut terselenggara di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus MERR-C pada Selasa (7/11/2023).
Pembuka acara ada sambutan Ketua AHPC UNAIR, Dr Sri Widati SSos, MSi. Dalam sambutannya, Wiwid mengatakan bahwa terselenggaranya acara ini berkat kerja sama dari berbagai pihak. Ia juga berharap, semoga seluruh audiens dapat happy dan healthy dalam mengikuti acara tersebut.
Adapun sambutan berikutnya oleh Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupradoto drh, MKes, yang mewakili Wakil Rektor Bidang Sumber Daya. Prof Bimo berpesan kepada AHPC untuk dapat meningkatkan literasi kesehatan dan program-program kampus sehat.
“Dengan mengedepankan upaya preventif,” ujarnya.
Ia juga berkata bahwa UNAIR telah mendapat mandat dari Kementerian Kesehatan RI sebagai kampus agent of change. 淪emoga acara yang terselenggara oleh AHPC ini semakin menyehatkan sivitas akademika UNAIR, dan semakin menegaskan UNAIR sebagai kampus agent of change, pesan Prof Bimo.
Usai sambutan, acara berlanjut kepada sesi peluncuran klub AHPC. Klub tersebut antara lain Teman DM-ku (untuk Diabetes dan pre-DM), Memory of HT (untuk Hipertensi dan pre-HT), Rumah Curhat AHPC (untuk kesehatan mental), dan Aku Mau Berhenti Merokok. Hadir pada peluncuran tersebut oleh Prof Bimo, Dr Sri Widati, hingga Dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV(K) dari perwakilan RS 51动漫.
Memasuki sharing session, hadir sejumlah pembicara hebat seperti Dr Sri Widati SSos, MSi, Dr Muthmainnah, SKM MKes, dan Ira Nurmala, SKM, MPH, PhD. Target AHPC, menurut Dr Sri Widati, adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat internal dan eksternal UNAIR.
淪ehat fisik, sehat mental, sehat ekonomi, dan sehat spiritual, terangnya.
Bahaya Sindrom Metabolic.
Ia juga menyampaikan data tentang ancaman PTM dan kesehatan mental. Menurutnya, 15 juta orang meninggal akibat PTM atau Penyakit Tidak Menular. 淒an hampir 800 ribu kematian karena bunuh diri. Yang terkait kesehatan mental, terang Wanita yang juga menjadi Ketua Divisi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) 迟别谤蝉别产耻迟.听
Wiwid juga menjelaskan kepada audiens akan bahaya sindrom metabolic. Sindrom itu, menurutnya, adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
淜ondisi tersebut meliputi tekanan darah, gula darah, tinggi, dan kolesterol, jelasnya.
Berbicara mengenai tekanan darah, Wiwid berujar bahwa cek tekanan darah berdasarkan dua hal. 淭ekanan sistolik atau saat jantung memompa dan diastolik, saat jantung dalam keadaan istirahat, kata Wiwid.
Mengenai gula darah, ia menjelaskan bahwa gula darah yang terlalu rendah dapat menimbulkan seseorang mengalami gangguan. 淕angguan irama jantung, sulit berkonsentrasi, tubuh gemetar, hilang keseimbangan, lemah lesu, dan mudah lapar, tegasnya.
Pada akhir ia berpesan, untuk mencegah ataupun melawan hal-hal tersebut. Menurutnya solusi yang tepat berupa merubah gaya hidup menuju pola hidup sehat. “Harus diubah. Bisa melakukan diet, aktivitas fisik, penurunan berat badan, dan berhenti merokok,” pungkasnya.
Penulis: Danar Trivasya Fikri
Editor: Nuri Hermawan





