UNAIR NEWS Airlangga Health Promotion Center (AHPC) 51动漫 (UNAIR) kembali menggelar Training of Trainer (ToT) Sobat Happy and Healthy (SOBY) 2025. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (27/4/2025) di Ruang Rote, Airlangga Sharia and Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Eny Qurniyawati SST MKes MEpid, Dosen (FKM) UNAIR, membawakan materi tentang manajemen emosi. Ia menjelaskan bahwa emosi adalah reaksi psikologis terhadap situasi internal maupun eksternal yang berpengaruh terhadap perilaku, keputusan, hingga kesehatan seseorang. Oleh karena itu, memahami dan mengelola emosi menjadi keterampilan penting dalam menjaga keseimbangan hidup.
淓mosi tidak hanya tentang kemarahan atau kesedihan, tetapi juga mencakup rasa bahagia dan cinta. Pemahaman ini membantu kita mengelola respon emosional secara lebih sehat dan produktif, tuturnya.
Konsep Roda Emosi
Lebih lanjut, Eny memaparkan bahwa emosi muncul melalui proses yang melibatkan persepsi, interpretasi, dan respons fisiologis tubuh. Setiap tahapan ini memengaruhi ekspresi emosi yang akhirnya menentukan tindakan yang seseorang ambil. 淓mosi bermula dari persepsi dan diikuti oleh respons tubuh sebelum diekspresikan melalui perilaku. Proses ini memungkinkan kita memilih respon yang lebih positif terhadap situasi yang dihadapi, jelasnya.
Eny juga memperkenalkan konsep roda emosi, yang menyederhanakan ribuan emosi menjadi delapan emosi dasar. Ia menjelaskan bahwa kombinasi dari berbagai emosi ini dapat melahirkan emosi baru, sehingga pengalaman emosional menjadi lebih kompleks dan dinamis. Menurutnya, seseorang dapat mengenali perasaan yang campur aduk dengan lebih baik jika memahami roda emosi.
淒alam satu waktu, kita bisa merasakan gabungan beberapa emosi yang membentuk emosi baru. Memetakan emosi ini membantu kita memahami diri sendiri dan beradaptasi dengan berbagai situasi secara bijak, paparnya.
Strategi Praktis Mengelola Emosi
Selain itu, Eny membagikan strategi praktis untuk mengelola emosi sehari-hari, seperti teknik relaksasi, journaling, dan reframing. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan sosial yang positif untuk memperkuat ketahanan emosional. Menurutnya, dukungan sosial berperan besar dalam menurunkan risiko stres dan memperpanjang kesehatan mental.
淢embangun koneksi sosial yang positif dapat meningkatkan imunitas dan mengurangi kecemasan. Sebaliknya, lingkungan sosial yang buruk bisa memperburuk kondisi emosional dan kesehatan fisik, ungkapnya.
Menutup sesi materi, Eny mengingatkan bahwa manajemen emosi tidak hanya penting untuk menjaga kesejahteraan pribadi, tetapi juga mendukung produktivitas akademik dan sosial. Ia mengajak peserta untuk terus melatih kesadaran emosional dan memilih respon yang sehat dalam menghadapi tantangan.
淪etiap emosi perlu dikenali, diterima, dan diungkapkan secara sehat untuk menjaga kesehatan mental. Manajemen emosi adalah perjalanan seumur hidup yang harus terus dirawat dan dikembangkan, pungkasnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





