51

51 Official Website

Airlangga Debating Society Bahas Sistem Peradilan Pidana

Achmad Ghiffari saat menyampaikan materi dalam Webinar Airlangga Debating Society pada Jumat (29/9/2023). (Foto : SS Zoom)

UNAIR NEWS – Airlangga Debating Society salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 51. ADS baru saja mengadakan Webinar dengan tema How to Use Matter in Debate pada Jumat (29/9/2023). Webinar yang terselenggara secara daring via Zoom Meeting itu, menghadirkan Achmad Ghiffari sebagai pembicara.

Pada acara itu, Achmad Ghiffari DS membahas pentingnya mengetahui dan belajar tentang sistem peradilan pidana. Bahasan itu untuk memperkuat argumentasi dalam debat terutama saat memperdebatkan mosi sistem peradilan pidana.

Belajar tentang sistem peradilan pidana, yang juga bagian dari produk hukum itu sangat penting. Karena hampir di setiap turnamen debat baik tingkat internal, regional atau nasional banyak mosi yang membahas tentang ini, ujarnya.

Mengenal Sistem Peradilan Pidana

Ari sapaan akrab pemateri, mengawali materi dengan menjelaskan pengertian umum tentang sistem peradilan pidana. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sistem peradilan pidana merupakan perwujudan dari hukum. Hukum merupakan aturan yang mengatur sikap dan institusi yang dibentuk melalui otoritasnya.

Jadi, sistem peradilan pidana itu ada ketika adanya pelanggaran hukum. Ketika kamu melanggar, sanksi nya seperti apa? Itulah yang diatur dalam sistem peradilan pidana, jelasnya.

Dalam paparan nya, Ari menjelaskan bahwa dalam kompetisi debat biasanya akan muncul mosi tentang sistem peradilan pidana. Menurutnya, penting untuk tahu dan paham terkait konsep ini. Biasanya kalau kita dapat mosi-mosi tentang (sistem peradilan pidana, red) ini, prinsip atau tujuannya sangat penting dan bisa kalian terapkan, tuturnya.

Tujuan Sistem Peradilan Pidana

Selanjutnya, Ari menjelaskan tujuan sistem peradilan pidana. Dari pemaparannya, perlindungan bagi publik adalah salah satu tujuan adanya sistem peradilan pidana. Hal itu, sambungnya, menjadi sangat penting bagi masyarakat yang tidak punya pengetahuan atau kemampuan secara rasional dan akurat. Terlebih untuk memprediksi waktu kapan, lokasi atau individu mana yang akan melakukan kejahatan.

Itulah mengapa dalam kasus yang mengancam ketentraman masyarakat, tindakan yang pertama masyarakat lakukan adalah mengurung pihak yang membahayakan, jelasnya.

Ari juga menjelaskan bahwa ketidakmampuan memprediksi kejahatan oleh masyarakat tersebut. Artinya, jelas Ari, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada publik dari pihak yang berpotensi membahayakan.

Tips Lancar Berargumen

Tak lupa, pada akhir sesi penyampaian materi Ari memberikan tips agar bisa lancar memberikan argumen ketika mengikuti debat. Menurutnya, penting untuk membuat alur argumentasi.Berikut adalah alur argumentasi yang Ari bagikan.

Pertama, jelas Ari, dengan membingkai masalah yang menjadi topik, kemudian temukan hubungan antara masalah peserta bawakan dengan mosinya. Selanjutnya, samgung Ari, lakukan analisis penyelesaian, bagaimana solusi yang Anda tawarkan.

“Lalu analisis perubahan seperti apa yang akan terealisasi dari kasus tersebut. Terakhir adalah menjelaskan dan membuktikan ke juri solusi yang anda bawakan merupakan yang paling penting atau unggul,” pungkasnya.

Penulis: Tsaqifa Farhana Walidaini

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT