UNAIR NEWS – (UNAIR) kembali menggelar Acara Airlangga Forum pada Jumat (18/3/2022). Tema yang diusung kali ini berbeda dari biasanya, yakni 淩entang Kisah Di Kebun Kopi, Ayundari secara daring melalui aplikasi Zoom.
Dalam kesempatan tersebut, MS. Arifien selaku penulis Novel Ayundari dan Kepala Dinas Perkebunan Pemprov Jatim periode 2010-2017 membeberkan cerita di balik alasan penulisan novel tersebut kepada audiens.
淪ebenarnya, menulis (buku, Red) ini adalah curahan hati saya. Saya selama lulus kuliah, masuk ke birokrasi, masuk ke perkebunan dan pergi ke pelosok kebun di berbagai tempat (di Indonesia) menggugah hati saya untuk menulis, ujarnya.
淛adi, sudah ancang-ancang saya. Dan, saat itu saya menargetkan dalam satu tahun menulis satu buku saja, imbuhnya.
Perjalanannya dalam menulis, kata Arifien, dipengaruhi oleh pekerjaannya sebagai kepala Dinas Perkebunan. Awalnya, ia menulis buku tentang perkebunan dan pemerintahan.
Setelah purna, Arifien mencoba menyalurkan bakatnya semasa kecil, yakni menulis puisi dan novel dengan melahirkan karya yang berjudul Ayundari. Buku tersebut adalah refleksi dari pengamatannya terhadap kebun dan permasalahannya.
淪elain itu, saya mencoba menulis untuk dapat dilihat dari berbagai usia. Saya menokohkan seorang remaja. Dan, saya sudah memetakan akan ada lima jilid dari serial Ayundari. Itu adalah perjalanan perkebunan besar yang akhirnya mengalami perubahan fluktuasi dari waktu ke waktu, jelasnya.
Bukan hanya itu, Arifien juga berbagi pengalamannya dalam proses kreatif menulis novel Ayundari. Karya Arifien turut didukung beberapa pihak.
淪aya menulis itu tidak sendirian. Kawan kawan saya ini yang tergabung dalam grup sehati selalu memberikan komentar. Nah, setiap saya menulis saya share ke WhatsApp. Lalu, banyak ide muncul dari teman teman saya ini, ungkapnya.
Menurut Arifien, ada waktu terbaik untuk menulis. Waktu terbaik itu adalah pukul 1 sampai 4 menjelang subuh. Sebab, Arifien merasa waktu itu memunculkan keheningan sehingga dapat berkonsentrasi untuk menulis.
淧agi hari juga waktu yang tepat untuk menulis, tegasnya.
Arifien mengungkapkan, Ayundari dalam jilid kedua turut mengangkat aspek lingkungan. Sehingga aspek perkebunan dan lingkungan dapat selaras.
淛adi, di cerita itu, Si Giwang dan Aisyah membangun kebun berdasar kaidah lingkungan. Perlu tanaman apa aja di sebuah perkebunan. Tanaman apa yang dapat bersumber air. Tanaman apa yang perlu dilindungi. Semuanya ada di situ, ujarnya.
Penulis: Affan Fauzan
Editor: Feri Fenoria





