UNAIR NEWS – Gelaran 7th International Conference and PhD Colloquium for Economic and Business (ICEB) secara resmi berlangsung pada Rabu (4/9/2023) di Aula Fajar, Gedung , Kampus Dharmawangsa-B, 51动漫 (UNAIR). Tercatat sejumlah akademisi asal beberapa negara turut menghadiri acara ini. Akademisi Kanada, Johnny Jermias PhD asal , hadir sebagai pembicara. Ia membawakan topik Compensation Equility and Sustainable Perfomance: The Effect of Governance Structure.
Dalam pemaparannya, Johny mengungkapkan bahwa kesenjangan dalam dunia industri semakin parah. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan gaji CEO dan penurunan upah untuk para pekerja. Sehingga, kesetaraan kompensasi menjadi sangat penting untuk keberlanjutan.
Pay gap antara CEO dan pekerja dapat menimbulkan reaksi negatif atas ketidakadilan ini. Sebagai contoh, karyawan yang merasa tidak puas dengan kompensasi mereka cenderung akan mengeluarkan sikap negatif. Tentunya hal ini kemudian akan berujung pada pelayanan dan produksi serta pelayanan yang buruk, ujar akademisi asal Kanada itu.
Tingkatkan Transparansi
Lebih lanjut, Johny menuturkan bahwa dalam menanggapai ketidakadilan sosial di Amerika Serikat, senat memberlakukan Undang-Undang Dodd-Frank tahun 2010.
淪ebagai tindak lanjutnya, pada tahun 2013 Security and Exchange Commission juga memberikan beberapa pedoman yang merekomendasikan agar perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange perlu mengungkapkan terlebih dahulu median total kompensasi pekerjanya di luar CEO, kompensasi CEO dan rasionya, terangnya.
淛adi Anda bisa membaca rasio antara gaji CEO dan gaji pekerja. Jadi Anda dapat langsung melihat tujuan utama dari undang-undang ini. Undang-Undang Dodd-Frank adalah untuk meningkatkan transparansi, lanjut Johny.

Johny berharap kebijakan ini dapat meningkatkan transparasi perusahaan dan membuat perusahaan lebih berhati-hati saat hendak menaikkan gaji CEO, serta tetap memperhatikan gaji karyawan secara konstan.
Menurut Johny, kesenjangan gaji yang menandakan bahwa suatu perusahaan memiiki tata struktur kelola yang tidak efektif. Namun, kesenjangan gaji ini juga kemungkinan akan digunakan untuk menarik para CEO berbakat yang dapat mengelola perusahaan dengan baik. Selain itu, perlu untuk memberikan insetif kepada pihak eksekutor.
淛adi kesenjangan gaji adalah hal yang baik menurut perspektif ini karena hal ini menarik, mempertahankan talenta-talenta yang baik, dan juga memotivasi para manajer untuk bersaing sehingga mereka dapat maju dan kompensasi mereka akan jauh lebih efektif, tutur Johny
Perhatikan Aspek Lain
Selain pay gap, perlu juga memperhatikan aspek lain dalam mencapai keseimbangan kerja. Menurut Johny, kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada pemangku kepentingan utama bukan hanya pemegang saham.
淢isalnya pelanggan. Jika tidak senang, maka mereka tidak akan membeli lagi produk perusahaan tersebut, bukan? Jika Anda memiliki hubungan yang buruk dengan pemerintah, pihak yang berwenang, mungkin pemerintah akan mengganggu operasional Anda. Atau mungkin mereka akan mengawasi operasional Anda. Dan hal ini mungkin berdampak negatif pada kinerja Anda, ucapnya.
Menurut Johnny, pemegang saham akan mendapatkan keuntungan ketika perusahaan memperhatikan para pemangku kepentingan utama, Seperti peluang bisnis dan akses biaya modal. (*)
Penulis: Aidatul Fitriyah
Editor: Binti Q Masruroh





