n

51动漫

51动漫 Official Website

Akses Pintu Masuk FK UNAIR Dikembalikan ke Era Peninggalan Belanda

UNAIR NEWS – Tata letak pelayanan di Fakultas Kedokteran (FK) 51动漫 di kampus A Jl. Prof. Dr. Moestopo Surabaya, sejak awal Mei 2016 lalu berubah. Pintu masuk ke ruang dekanat, ke Bagian Keuangan dan bagian lain yang bertempat di gedung utama peninggalan NIAS (Nederlands Indische Artsen School) tidak lagi dituju dari lorong belakang tetapi dari lorong teras depan. Intinya pintu masuk ke FK UNAIR ini akan dikembalikan seperti di era NIAS dulu.

漀anti secara bertahap sesuai dukungan dananya, kami akan memfungsikan kembali pintu-pintu masuk dari teras depan, jadi tidak lagi dari belakang. Ini ada maknanya bahwa masuk FK UNAIR harus melalui pintu depan, bukan pintu belakang. Mengerti kan filosofinya. Selain itu untuk memperkuat status gedung FK UNAIR sebagai Cagar Budaya Kota Surabaya, jadi sedapat mungkin dikembalikan pada posisi aslinya, kata Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U., kepada UNAIR News, Selasa (17/5).

Diyakini tak terlalu sulit untuk mengembalikan akses masuk ke beberapa bagian pelayanan di FK UNAIR kearah lorong teras depan, sebab pintu dan jendela peninggalan NIAS itu masih kuat dan utuh, sehingga tinggal membuka kembali dan menyesuaikan tata-letak perabotnya di bagian dalam. Pekerjaan yang butuh waktu dan dukungan dana, mungkin memindahkan mesin air condition (AC) yang selama ini dipasang di bagian atas lorong teras depan untuk dipindah ke lorong teras belakang.

滼aman dulu mahasiswa kalau berurusan dengan bagian administrasi atau keuangan, misalnya bayar SPP, ya lewat jendela berjeruji besi ini, tambah Guru Besar Ilmu Urologi FK UNAIR ini sambil menunjuk sebuah jendela tua berukuran besar yang menyatu dengan ruang Wakil Dekan II.

Ia tidak tahu persis sejak kepemimpinan siapa yang memindahkan akses masuk ke ruang pimpinan dan bagian lain ini dari depan (era NIAS) ke lorong belakang. Ketika Prof. Soetojo menjabat Wakil Dekan III tahun 2006-2010, bahkan di era kepemimpinan FK sebelumnya, akses pintu masuk sudah melalui lorong belakang.

Hingga berita ini diunggah, diakui belum semua ruangan di gedung utama FK UNAIR ini dikembalikan akses masukkan seperti era NIAS. Untuk itu akan dilaksanakan bertahap. Yang pasti, akses pintu masuk dari teras belakang (yang selama ini sebagai akses utama) tidak ditutup semua, hal ini untuk akses pegawai jika ada keperluan lain ke bagian belakang. Misalnya ke kamar mandi/toilet, ke mushala, ke tempat parkir, dsb.

Dalam upaya memindah arah pintu masuk ini, lanjut Prof. Soetoyo, tidak terlalu memerlukan referensi melalui foto lama yang menunjukkan denah ruang di era NIAS. Baginya, berdasarkan cerita beberapa Guru Besar/dosen senior yang pernah mengalami pada saat itu, sudah cukup sebagai acuan.

Satu lagi yang kedepan akan diperhatikan yaitu pertamanan di depan pintu-pintu akses pimpinan FK ini akan dibenahi menjadi lebih baik. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan keadaan dan membuat suasana menjadi lebih asri.

滽arena ini bagian depan gedung FK UNAIR maka nanti juga harus ditata yang sebaik dan seasri mungkin, termasuk dua rumpun tanaman hias pisang kipas disisi kanan dan kiri patung Garuda Muka FK UNAIR itu harus dibenahi dan dirawat menjadi lebih baik, demikian Prof. Soetojo. (*)

Penulis : Bambang Bes

AKSES CEPAT